Detik-detik Warga Madura Rusak Pos Penyekatan Suramadu

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 13:56 WIB
Surabaya -

Video ratusan warga Madura menerobos pos penyekatan di Jembatan Suramadu viral di aplikasi percakapan WhatsApp. Tak hanya menerobos, mereka juga merangsek masuk dan merusak pos penyekatan yang dijaga petugas gabungan.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa ini berlangsung pukul 03.00 WIB dini hari. Warga dalam video viral ini menerobos dan merusak pos penyekatan karena enggan melakukan swab antigen. Tampak kursi-kursi hingga meja yang rusak dan berserakan. Bahkan kertas-kertas data orang-orang yang swab juga berserakan.

Ada dua video viral yang menyebar. Video pertama berdurasi 51 detik memperlihatkan aksi warga yang memaksa masuk ke pos penyekatan Suramadu hingga petugas gabungan kewalahan. Terlihat, para warga ini merangsek masuk untuk mengambil KTP mereka.

"KTP... KTP.... kita lolos," kata suara dalam video yang diterima detikcom di Surabaya, Jumat (18/6/2021).

Lalu, video kedua berdurasi 43 detik menunjukkan sejumlah kursi hingga meja di pos penyekatan Suramadu rusak. Ada pula sejumlah tenaga kesehatan yang menggunakan APD tampak mengamankan alat-alat untuk swab antigen.

Baca juga: Warga Madura Rusak Pos Penyekatan Suramadu, Ini Alasannya

Dalam video tersebut, para petugas mencoba menghalau massa. Namun, massa yang terlalu banyak membuat sejumlah petugas perempuan menepi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, penyekatan di Suramadu mulanya berjalan seperti biasanya. Namun pada pukul 02.00 WIB, volume kendaraan sudah mulai tidak seperti biasanya, khususnya roda dua.

"Kemudian pukul 03.00 WIB lebih banyak lagi volumenya. Sementara pelaksanaan kegiatan penyekatan ini tentunya untuk masyarakat biar sehat, kita sudah melaksanakan sesuai SOP yang ada. Kita laksanakan 1x24 jam untuk mereka yang belum swab atau memiliki surat rapid test antigen," kata Ganis kepada wartawan kepada wartawan di penyekatan Suramadu, Jumat (18/6/2021).

Ganis menjelaskan, alasan puluhan pengendara yang merangsek masuk ke pos penyekatan ini karena ingin cepat dilayani. Namun, aksi mereka membuat sejumlah kursi dan meja menjadi rusak dan berserakan. Namun, pihaknya langsung gerak cepat saat kejadian tersebut.

"Tidak sabar, buru-buru. Sehingga terjadi salah paham. Namun kami aparat yang ada di sini segera mengurai kepadatan tersebut. Kepada pihak yang tadi kita beri pelayanan, saat ini sedang kita tindak lanjuti," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2