23 Desa di Kabupaten Pasuruan Berpotensi Krisis Air

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 08:34 WIB
Antrean jerigen saat krisis air bersih di Kab Pasuruan
Warga antre air bersih/Foto: Istimewa (Dok BPBD Kab Pasuruan)
Pasuruan -

Sebanyak 23 desa di Kabupaten Pasuruan berpotensi krisis air bersih. Distribusi air bersih dengan armada mobil tangki masih menjadi andalan untuk mengatasinya.

"Pendataan potensi kekeringan kita sudah lakukan di beberapa tempat. Ada 23 desa, seperti tahun lalu," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris, Jumat (18/6/2021).

Meski jumlah desa berpotensi kekeringan sama dengan tahun lalu, namun titiknya menyusut.

"Nah saat ini kita petakan kembali ternyata dari 23 desa itu, dulunya kekeringan tersebar ke seluruh wilayah desa, sekarang tidak semuanya. Misal dalam satu desa, dari 5 dusun, hanya 2 dusun yang berpotensi kekeringan. Kalau jumlah desanya tetap, tapi jumlah titiknya yang berkurang," terang Harris.

Menurut Harris krisis air bersih di desa-desa tersebut kemungkinan masih tertunda karena kemarau basah. Meski sudah memasuki musim kemarau, masih terjadi hujan merata.

"Dengan hal seperti itu, tetap berpotensi kekeringan, tapi tidak maksimal. Semoga bisa lah tahun ini kita tidak kekeringan," terangnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi dengan penyiapan armada truk tangki. Anggaran juga disiapkan dari belanja tak terduga (BTT).

"Antisipasi tetap, armada dari BPBD, cipta karya, dinas sosial, PDAM, dan UPT yang siap memback-up. Anggaran juga siap dari BTT," terangnya.

Harris menegaskan penyaluran air bersih akan dilakukan saat status darurat bencana. "Saat ini belum masuk siaga bencana. Kalau sudah siaga, kemudian darurat bencana, baru suplai air bersih," pungkasnya.

23 Desa yang berpotensi mengalami kekeringan tersebar di 7 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Winongan, Lumbang, Pasrepan, Grati, Kejayan, Lekok dan Kecamatan Gempol.

(fat/fat)