Ratusan Petani Porang Trenggalek Terima Pinjaman Modal Rp 5,7 Miliar

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 20:30 WIB
Ratusan petani porang di Trenggalek menerima pinjamam modal Rp 5,7 miliar. Pinjalam modal itu melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari salah satu bank pemerintah.
Petani porang di Trenggalek menerima pinjaman modal/Foto: Istimewa
Trenggalek -

Ratusan petani porang di Trenggalek menerima pinjaman modal Rp 5,7 miliar. Pinjaman modal itu melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari salah satu bank pemerintah.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan, kredit lunak itu digelontorkan untuk 228 petani porang yang tersebar di 14 kecamatan. Kucuran modal usaha tersebut merupakan bagian program presiden, sebagai upaya pemulihan sektor ekonomi nasional, yang digelontorkan melalui salah satu bank BUMN.

"Pak Presiden melalui Kementerian BUMN memiliki program pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya memberikan KUR Mikro dan sasarannya adalah sektor-sektor ekonomi yang bertahan di masa pandemi ini," kata M Nur Arifin, di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (17/6/2021).

Pertanian porang menjadi salah satu kelompok usaha yang tengah digenjot pemerintah daerah, mengingat hasil sektor pertanian tersebut memiliki prospek yang bagus dan memiliki tingkat kegagalan yang rendah.

Baca juga: Porang Jadi Perhatian Pemprov Jatim Agar Untungkan Petani Kecil

"Porang ini saat ini cukup ngetren di kalangan petani, perkembangannya juga cukup bagus di Trenggalek," ujarnya.

Bupati berharap kucuran modal itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh para petani porang, untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk. Sehingga memiliki nilai jual yang layak.

"Semoga KUR ini menjadi pengungkit ekonomi para petani kita," imbuhnya.

Sementara Ketua Paguyuban Petani Porang Trenggalek Agung Sujatmiko mengatakan, saat ini produksi tanaman porang di Trenggalek mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Sentra pertanian porang yang awalnya hanya berada di Kecamatan Pule, saat ini telah menyebar ke seluruh kecamatan.

Baca juga: Ponorogo Siap Jadi Pilot Project Pertanian Porang

"Tahun kemarin sekitar 3.000 hektare luas lahan porang, kami harapkan tahun ini bisa dua kali lipat luas lahannya," kata Agung.

Ia menuturkan, tingkat keseriusan para petani porang cukup tinggi, bahkan mereka berani mengambil kredit perbankan guna meningkatkan produksi unit usahanya.

"Petani berani mengambil biaya dari perbankan, artinya dia betul-betul serius menekuni bidang ini," jelasnya.

Dengan alokasi KUR senilai Rp 5,7 miliar tersebut, pihaknya berharap anggotanya lebih serius dalam melakukan budidaya tanaman porang.

(sun/bdh)