Penjaga Toko Baju di Kota Probolinggo Kena Hipnotis, Uang dan HP Raib

M Rofiq - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 15:19 WIB
Penjaga toko baju di Kota Probolinggo mengaku menjadi korban aksi hipnotis. Uang penjualan baju dan ponselnya raib dibawa pelaku.
Pelaku hipnotis di Kota Probolinggo/Foto: Tangkapan Layar
Probolinggo -

Penjaga toko baju di Kota Probolinggo mengaku menjadi korban aksi hipnotis. Uang penjualan baju dan HP-nya raib dibawa pelaku.

Aksi hipnotis itu terjadi pada Rabu (16/6) sore. Pelaku mengendarai motor matic warna hitam dan mengaku kenal dengan pemilik toko baju yang ada di Jalan Brantas, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo itu. Ia berpura-pura ingin memperbaiki kamera CCTV di toko tersebut.

Pelaku mengenakan kemeja warna putih dan bercelana panjang hitam. Ia juga memakai masker. Di dalam toko baju itu, pelaku berpura-pura menelepon pemilik toko. Lalu meminta penjaga toko menunjukkan kamera CCTV.

Sesaat kemudian pelaku mematikan kamera CCTV, agar aksinya saat mengambil uang dan ponsel tidak terekam. Pelaku memperdaya penjaga toko yang diketahui bernama Ana Febi, dengan ilmu gendam atau hipnotis. Sesaat kemudian, uang penjualan baju sekitar Rp 500 ribu dan HP korban langsung berpindah tangan.

"Saat dihipnotis pelaku, saya sepertinya lemas tidak berdaya seperti linglung dan menuruti kemauan pelaku. Pelaku bilang disuruh bos ambil handphone dan uang. Pelaku pura-pura perbaiki kamera CCTV. Teryata CCTV oleh pelaku dimatikan. Setelah bawa uang dan handphone, pelaku keluar dan kabur naik motor," ujar Ana, Kamis (17/6/2021).

Yeti, pemilik toko baju itu mengaku tidak kenal dengan pelaku. Pelaku hipnotis diduga sudah mengincar toko tersebut.

"Saya pas di rumah nungguin anaknya yang masih bayi. Curiga saat menghubungi handphone penjaga toko tidak bisa. Biasanya tidak pernah mati handphone-nya. Ini kok mati dan tidak bisa dihubungi. Akhirnya saya datang, katanya ada orang disuruh ambil uang dan handphone, dan disuruh perbaiki CCTV. Saya sudah bilang kalau ada apa-apa telepon dan kalau ada orang minta apapun tanpa diperintah jangan dikasihkan, ya salahnya kok tidak menghubungi," kata Yeti.

Polisi dari Polsek Kademangan dan Satreskrim Polres Probolinggo Kota langsung melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian. Hingga kini polisi masih memburu pelaku.

(sun/bdh)