Kasus Narkoba Masih Tinggi di Bojonegoro, Kampung Tangguh Bersinar Didirikan

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 21:55 WIB
Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba) didirikan di Bojonegoro. Semua pihak diajak memerangi narkoba.
Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba) didirikan di Bojonegoro/Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Bojonegoro -

Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba) didirikan di Bojonegoro. Semua pihak diajak memerangi narkoba.

Narkoba tak hanya merusak orang dewasa. Namun, barang terlarang itu juga menjadi salah satu perusak generasi muda. Pembentukan Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba) diharapkan bisa menjadi contoh semua desa, sehingga bisa menekan penyalahgunaan narkotika di Bojonegoro.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro yang juga Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Budi Irawanto, dalam launching Kampung Tangguh Bersinar. Program ini diluncurkan Polres Bojonegoro di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro.

Pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi pembentukan kampung itu, agar bisa menjadi contoh untuk desa lainnya. "Seluruh komponen harus bersinergi untuk mengambil langkah dalam upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kabupaten Bojonegoro," kata Budi, Rabu (16/6/2021).

Budi menuturkan, perlu melakukan antisipasi dini dengan memberikan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan pelajar. Sehingga generasi muda bisa terhindar pada penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan data dari Polres Bojonegoro pada 2019, terdapat 49 kasus narkoba dengan 56 tersangka. Tahun 2020 terdapat 41 kasus dengan 45 tersangka. Tahun ini terhitung hingga Bulan Juni, terdapat 29 kasus dengan 32 tersangka.

Terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19, pihaknya mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin. Serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Kamtibmas Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia menyampaikan, pembentukan Kampung Tangguh Bersinar merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri. Kampung Tangguh Bersinar di Desa Sukorejo adalah pilot project kolaboratif dengan stakeholder terkait, yang berupa gerakan atau aksi nyata untuk menciptakan wilayah bersih dari narkoba.

Menurutnya, peredaran narkoba cukup marak sehingga perlu kerja sama antara Polri,TNI, pemerintah dan masyarakat untuk mencegah peredaran narkoba di Bojonegoro.

Kegiatan dilanjutkan dengan tes urine yang dilakukan tim kesehatan RS Bayangkara. Kemudian ada penyerahan bantuan yang diwakilkan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa Sukorejo.

(sun/bdh)