Waterspout Muncul di Selat Bali, Ini Kata BMKG Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 18:45 WIB
waterspout di banyuwangi
Waterspout di tengah Selat Bali (Foto: Tangkapan layar)
Banyuwangi -

Waterspout muncul di Selat Bali dan menghantam perkampungan warga di Kelurahan Kampung Mandar Banyuwangi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III meminta warga waspada karena fenomena alam ini berpotensi bahaya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi, Gede Agus Purbawa mengatakan waterspout ini biasanya berlangsung kurang dari 10 menit saja.

"Biasanya hanya sekitar 10 menit saja. Waterspout itu di mana awan membentuk pusaran angin mengisap air kemudian membawa air itu," ujarnya kepada detikcom, Rabu (16/6/2021).

"Ketika ada awan yang kuat, daya konvektifnya mengisap naik. Nanti kalau energinya dia luruh sendiri," tambahnya.

Fenomena ini menurutnya merupakan fenomena biasa dan sudah sering terjadi. Namun jika sampai ke darat dampaknya seperti dampak puting beliung.

"Kalau sampai ke darat bisa menjadi puting beliung. Berbahaya juga bagi nelayan di perairan," tambahnya.

Gede menambahkan penyebabnya adalah awan cumulonimbus yang daya konvektifnya sangat kuat sehingga terjadi pusaran. Ketika berada di laut akan semakin terlihat karena mengisap air.

Gede ia menambahkan penyebab terbentuknya awan cumulonimbus ini akibat suhu laut di wilayah selatan Banyuwangi dan di Selat Bali sedang hangat.

"Itu suhu lautnya hangat, sehingga pembentukan awannya lumayan cepat. Jadi dari pagi pemanasan sorenya terbentuk awan," pungkasnya.

Fenomena alam waterspout terjadi di Selat Bali. Angin membentuk kolom seperti puting beliung mengarah dari Timur ke Barat. Angin tersebut kemudian menghantam perahu dan rumah warga di lingkungan Plengsengan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi.

Waterspout terpantau sekira pukul 16.00 WIB, Rabu (16/6/2021). Warga kemudian mengabadikan fenomena alam tersebut, dan kemudian membagikan ke media sosial. Waterspout itu melaju dari arah Timur ke Barat. Terpantau sangat cepat hingga ke daratan. Selang sekitar 20 menit kemudian waterspout itu langsung menghantam perahu nelayan dan rumah warga.

(iwd/iwd)