Di Kota Mojokerto, Satu Gang Di-lockdown Gegara 5 Warga Positif COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:36 WIB
COVID-19 Merebak, Satu Lingkungan di Kota Mojokerto Di-Lockdown
Satu gang di Kota Mojokerto di-lockdown (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Salah satu gang di Kelurahan Mentikan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto di-lockdown karena merebaknya COVID-19. Lingkungan yang di-lockdown adalah Sidomulyo Gang 4, Kelurahan Mentikan.

Semua akses masuk ke lingkungan ini ditutup menggunakan pagar besi dan dijaga anggota Satpol PP Kota Mojokerto.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, lockdown terhadap Sidomulyo gang 4 dilakukan sejak pagi tadi. Penutupan lingkungan menyusul merebaknya virus Corona yang terdeteksi dalam 4 hari terakhir.

"Hasil koordinasi warga dengan keluarahan dan kecamatan, dilakukan pembatasan skala mikro di lingkungan tersebut untuk membatasi pergerakan yang bisa menambah penularan," kata Gaguk saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (15/6/2021).

Merebaknya COVID-19 di Sidomulyo gang 4, lanjut Gaguk, terdeteksi pada Sabtu (12/6). Saat itu, terdapat 5 warga setempat yang mengeluh sakit. Gejala klinis yang mereka alami mengarah ke COVID-19, seperti batuk, pilek dan sesak nafas.

"Lima orang yang bergejala dites swab, 4 swab PCR, 1 swab antigen. Hasilnya positif semua," terangnya.

Lima warga Sidomulyo gang 4 yang terinfeksi COVID-19 tersebut telah diisolasi di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo dan Rusunawa Cinde, Kota Mojokerto. Selanjutnya, pada Minggu-Senin (13-14/6), tim tracing menemukan 39 orang kontak erat.

Semua kontak erat menjalani tes swab PCR. Hasilnya diperkirakan keluar hari ini. "Untuk mencegah transmisi lebih besar, 39 orang kontak erat langsung diisolasi pagi tadi. Gejala sedang dan berat dirujuk ke RSUD Wahidin, gejala ringan dan tanpa gejala di rusunawa," jelas Gaguk.

Selama lockdown, Dinas Sosial Kota Mojokerto menyuplai makanan dan minuman untuk warga Sidomulyo gang 4. Menurut Gaguk, penutupan lingkungan tersebut dilakukan sampai kondisi aman dari risiko penyebaran COVID-19.

"Penutupan sampai situasi benar-benar cukup aman sehingga tidak terjadi transmisi. Oleh sebab itu, kami lakukan tracing untuk menemukan warga yang positif COVID-19 segera diisolasi memisahkan dengan warga yang belum terinfeksi," tandasnya.

(fat/fat)