Pengakuan Muncikari Prostitusi Berkedok Warkop di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 15:47 WIB
muncikari mojokerto
Muncikari prostitusi berkedok warkop diamankan (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Anis Itasari (31) mengelola bisnis prostitusi berkedok warung kopi (warkop) di Jombang sejak 2019. Wanita lajang ini mengaku menjalankan bisnis haram tersebut untuk membayar utang dan menafkahi anak angkatnya.

Anis membuka bisnis esek-esek dengan mengontrak sebuah rumah di kawasan eks lokalisasi Tunggorono, Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Jombang. Untuk mengelabui polisi, dia menyamarkan prostitusi dengan membuka warkop di depan rumah kontrakan tersebut.

Para pengunjung warkop dia tawari berkencan dengan anak buahnya. Pria hidung belang yang berminat langsung bisa berkencan di kamar rumah kontrakan tersebut.

"Saya tidak merekrut (pekerja seks komersial/PSK), mereka datang sendiri ke rumah," kata Anis kepada wartawan di kantor Satreskrim Polres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (14/6/2021).

Wanita lajang asal Kecamatan Kemlagi, Mojokerto ini mempunyai anak buah 3 PSK. Usia mereka tergolong masih muda. Para wanita malam dari Kediri dan Nganjuk itu berusia 23-30 tahun.

Anis mematok tarif Rp 150.000 untuk sekali kencan selama satu jam. Dari setiap transaksi, dia menerima keuntungan Rp 25.000. Tersangka membantah menarik sewa kamar untuk berkencan.

"Saya dapat Rp 25 ribu, tidak pakai sewa kamar," terangnya.

Ia menjelaskan, penghasilan dari bisnis haram ini untuk berbagai keperluan pribadinya. Mulai dari kebutuhan hidup di Jombang, mengangsur utang, membayar uang sewa rumah Rp 1 juta per bulan, hingga menafkahi anak angkatnya yang kini berusia 1,5 tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2