Selain di Bangkalan, 1.500 Warga Sumenep Juga Jalani Vaksinasi COVID-19

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 23:23 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah pantau vaksinasi massal di Sumenep (Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Sumenep -

Vaksinasi massal COVID-19 tidak hanya digelar di Bangkalan. Di Sumenep, sebanyak 1.500 warga juga menjalani vaksinasi.

Vaksinasi ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto hingga Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. Kegiatan peninjauan ini dilakukan di Pendopo Agung Keraton, Sumenep, Madura.

Sementara itu, untuk vaksinasi massal dilaksanakan di lima lokasi berbeda. Setiap tempat dibatasi hanya 300 orang yang divaksin secara bergantian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.

Lima lokasi yang digunakan sebagai tempat vaksinasi yakni Pendopo Agung Keraton, Kantor Pemkab, Polres, Kodim dan Puskesmas Pamolokan. Sedangkan untuk prioritas vaksinasi diprioritaskan pada lansia.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kondisi pengendalian COVID-19 di Sumenep sangat bagus. Di mana BOR ICU nol dan BOR isolasi 19 persen di bawah standar WHO 60%. Sehingga proses pengendalian COVID-19 berjalan baik.

"Untuk menjaga mewujudkan kekebalan komunitas hard imunity diharapkan bisa diikuti oleh seluruh warga masyarakat Sumenep, seluruh vaksinator, pemberi layanan kesehatan supaya sinergi semua pihak melakukan penyegeraan pelaksanaan vaksinasi," kata Khofifah di Sumenep, Sabtu (12/6/2021).

Sementara itu, terkait kasus COVID-19 Bangkalan, Khofifah telah mengerahkan sejumlah tim dibantu Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

"Semua pendekatan sudah dilakukan, pak pangdam melibatkan banyak tim dan pak kapolda juga melibatkan banyak tim. Proses penebalan bisa memberikan pelayanan lebih cepat sudah dilakukan," tambahnya.

"Kita ingin memastikan bahwa seluruh puskesmas harus bisa memberikan layanan kepada masyarakat dan tidak boleh ada layanan kesehatan yang terhenti. Seperti misalnya ibu-ibu jangan sampai kesulitan mendapatkan layanan persalinan. Seperti rawat jalan dipastikan bahwa berjalan seperti semula, sehingga tim dokter dari kodam, polda dan pemprov menangani di masing-masing puskesmas," pungkasnya.

(hil/iwd)