Ketua Dewan Bantah Ada Klaster DPRD Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 18:57 WIB
DPRD Surabaya Jalan Yos Sudarso
Gedung DPRD Surabaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Sejumlah anggota DPRD Surabaya positif COVID-19. Namun, belum diungkap jumlah pastinya berapa jumlah anggota dewan yang terpapar.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan masing-masing anggota DPRD Surabaya yang terpapar sudah pro aktif melaporkan ke pimpinan masing-masing. Dan jumlahnya tidak sampai 10 anggota yang terpapar.

"Masing-masing yang terpapar sudah proaktif menyampaikan kepada Ketua Komisi dan pimpinan. Kami mohon maaf tidak bisa menyebut satu persatu, kalau ada berita yang menyebut belasan itu kurang tepat, tidak sampai 10 ya," kata Reni dalam penjelasannya via Zoom, Jumat (11/6/2021).

Reni memastikan sejumlah anggota DPRD Surabaya yang terpapar COVID-19 sudah menjalani isolasi mandiri dan meminta yang memiliki kontak agar melakukan swab PCR.

"Kami pastikan bahwa semuanya sudah isoman dan kontak eratnya sudah melakukan swab PCR. Kalau tidak kontak erat pun, untuk melanjutkan kegiatan dewan untuk hadir menunjukkan swab PCR negatif," ungkap Reni.

Sedangkan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono dalam penjelasannya via zoom menyampaikan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah anggota dewan yang terpapar.

"Saya tidak tahu berapa, tapi ada saya, bu Dyah Katarina, dan bu Maryam. Menurut saya ini bukan yang pertama kali dialami. Jadi tidak perlu gugup dan melakukan swab dengan begitu bisa terdeteksi secara maksimal dan tidak melakukan lockdown, nanti layanan administrasi kemasyarakatan akan kacau semua, karena tidak semua persoalan bisa dilakukan secara online, masih banyak cara yang bisa dijalankan," ungkap Adi.

Pria yang akrab di sapa Awi ini juga membantah terkait adanya isu klaster dewan DPRD Kota Surabaya.

"Tidak, karena hanya 1-2 orang anggota dewan, tidak semuanya, karena kami kan sering di luar dan punya pergulatan tugas dan jaringan, karena itu saling membutuhkan satu sama lain. Saya katakan dengan tegas, ini bukan klaster DPRD," ujar Awi.

Awi juga menyampaikan kondisi kesehatannya selama menjalani masa isolasi di salah satu rumah sakit. Awi mengaku sat ini dia dalam kondisi baik.

"Saya ingin menceritakan dulu secara kronologis biar tidak terjadi simpang siur. Saya terkena COVID-19, oleh hasil PCR hari selasa tgl 8 juni 2021, saya dirawat di rumah sakit dan trombosit turun. Karena mungkin berbarengan dengan demam berdarah, saya tidak bisa pastikan karena DBD atau karena COVID, tapi sekarang udah semakin membaik, trombositnya sudah 106 dan sudah ada peningkatan kesehatan. Saya menjalani perawatan secara ketat di rumah sakit dengan prokes ketat," tandas Awi.

(iwd/iwd)