Buaya yang Muncul di Sungai Sadar Mojokerto Tak Perlu Dievakuasi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 19:50 WIB
Buaya yang tampak di Sungai Sadar, Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Mojokerto merupakan buaya muara. Buaya itu keluar dari habitat aslinya di Sungai Brantas karena faktor lingkungan.
Lokasi munculnya buaya di Sungai Sadar/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim menilai, buaya yang muncul di Sungai Sadar Mojokerto tidak meresahkan masyarakat. Sehingga buaya muara tersebut tidak perlu ditangkap untuk dievakuasi.

Petugas Resort Konservasi Wilayah 9 Mojokerto-Sidoarjo BBKSDA Jatim Abdul Jalal mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan terkait munculnya buaya di Sungai Sadar, di Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan informasi yang dia terima, para pencari ikan kerap melihat munculnya buaya muara di permukaan sungai. Hanya saja, reptil amfibi itu biasa muncul di pertemuan antara Sungai Brantas dengan Sungai Sadar di Desa Sukoanyar.

"Hasil penggalian data, sering ada buaya muncul ke permukaan air di Sungai Brantas. Namun, tak sampai mengganggu masyarakat. Jadi, masyarakat sudah terbiasa," kata Jalal saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/6/2021).

Baru Minggu (6/6) siang seekor buaya muara keluar dari habitatnya di Sungai Brantas ke Sungai Sadar. Penampakan buaya dengan panjang sekitar 2-2,5 meter itu direkam warga sehingga videonya beredar di medsos. Reptil karnivora itu masuk Sungai Sadar karena perubahan kondisi lingkungan.

Jalal menjelaskan, munculnya buaya di Sungai Sadar memang perlu dilakukan pengamanan untuk mencegah konflik antara manusia dengan satwa liar. Hanya saja, buaya air tawar itu tidak perlu ditangkap selama tidak meresahkan masyarakat.

"Selama ini belum pernah ada korban jiwa maupun konflik antara masyarakat dengan satwa. Pengamanan tidak harus penangkapan, kecuali satwa membahayakan, meresahkan masyarakat baru kami evakuasi. Kalau tak ada konflik dengan masyarakat, aman-aman saja, mohon masyarakat jangan mendekat ke area yang biasa buaya itu muncul," terangnya.

Buaya dalam video yang beredar di medsos, lanjut Jalal, diperkirakan berumur lebih dari 6 tahun. Menurut dia, buaya tersebut mempunyai kawanan yang habitatnya di Sungai Brantas.

Hewan amfibi itu tidak akan menyerang manusia selama tidak diganggu. Sehingga masyarakat dilarang keras memburu satwa liar tersebut.

"Kalau masyarakat menangkap sendiri sangat berbahaya. Buaya sifatnya berkelompok, kalau tertangkap, yang lainnya pasti muncul dan menyerang. Apalagi itu di habitatnya," pungkasnya.

(sun/bdh)