Korban Arisan Lebaran Rp 1 M Ingin Uang Kembali, Polisi Telusuri Aset Tersangka

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 18:39 WIB
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Emak-emak korban penipuan arisan lebaran di Mojokerto ingin uang mereka kembali. Polisi masih menelusuri aset-aset tersangka hasil kejahatan tersebut.

Jamiah (52) menjadi salah seorang korban penipuan berkedok arisan lebaran yang dijalankan Tarmiati alias Mia (42). Ibu dua anak warga Desa Lolawang, Ngoro ini dipercaya tersangka Mia menjadi satu dari 20 ketua kelompok arisan.

Saat arisan mulai bergulir Mei 2020, Jamiah mengoordinasi 102 peserta. Ratusan emak-emak membayar ke Mia melalui dirinya sesuai paket arisan lebaran yang mereka ikuti. Mulai dari paket kue lebaran, sembako, daging, hingga paket tabungan.

Kaburnya Mia pada 6 April 2021, atau lima pekan menjelang lebaran membuat Jamiah turut menjadi korban. Pasalnya, pengusaha kos-kosan ini terpaksa menjual tanah di belakang rumahnya untuk mengembalikan uang arisan 102 peserta satu minggu sebelum Idul Fitri tahun ini. Karena ratusan peserta menuntut tanggung jawab darinya selaku ketua kelompok.

"Anggota baru saya bayar separuh karena menunggu pelunasan uang tanah. Dari Rp 173 juta yang dibawa kabur Mia, saya bayar Rp 110 juta ke anggota. Sisanya saya janjikan sebulan setelah lebaran kalau tanah saya sudah dilunasi," kata Jamiah saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (25/5/2021).

Jamiah merasa senang karena tim gabungan Polsek Ngoro dan Satreskrim Polres Mojokerto berhasil meringkus Mia di Sidoharjo, Sragen, Jateng pada Selasa (18/5). Kini, ia berharap bos arisan lebaran warga Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro itu mengembalikan uang miliknya. Karena tanah yang dia jual rencananya untuk membangun rumah putranya yang sudah berumah tangga.

"Mudah-mudahan rumah itu (rumah tersangka Mia) dijual cepat laku. Sehingga uang saya bisa kembali semua. Saya serahkan ke polisi bagaimana caranya. Saya berharap uang saya kembali," terangnya.

Harapan yang sama dilontarkan Luluk Hariyati (54), warga Desa Kembangsri, Ngoro. Karena ibu empat anak ini terpaksa utang ke beberapa orang untuk mengembalikan uang arisan 49 emak-emak yang menjadi anggotanya. Total uang anggotanya yang dihabiskan Mia Rp 51,75 juta.

"Selain pakai uang sendiri, saya pinjam ke orang. Dalam waktu 1-2 bulan saya harus bisa mengembalikan. Saya pinjam Rp 41 juta karena saya kembalikan 80 persen dulu uang anggota saya," jelasnya.

Lihat Video: Modus Bos Arisan Lebaran Tipu Emak-emak hingga Rp 1 M

[Gambas:Video 20detik]