Pengakuan Sopir Ambulans yang Viral Dihalangi Mobil di Kota Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 18:37 WIB
viral ambulans dihalangi mobilio
Viral ambulans dihalangi lajunya oleh Mobilio (Foto: Tangkapan layar)
Mojokerto -

Polisi telah menggali keterangan dari sopir ambulans yang viral terhalangi mobil saat mengangkut pasien demam berdarah (DB) di Kota Mojokerto. Kepada polisi, pengemudi ambulans mengaku saat itu merasa tidak terhalangi mobil yang melaju di depannya.

Bersama Humas RS Gatoel, sopir ambulans datang ke kantor Satlantas Polres Mojokerto Kota di Jalan Bhayangkara sore tadi. Mereka memberikan keterangan kepada polisi terkait insiden dalam video yang viral di medsos.

"Kami sudah menanyakan ke sopir ambulans, dia merasa tidak dihalang-halangi kendaraan di depannya," kata Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Fitria Wijayanti kepada wartawan di kantornya, Rabu (19/5/2021).

Peristiwa dalam video yang viral terjadi pada Senin (17/5) sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, ambulans mengangkut seorang pasien pria yang menderita demam berdarah dari Jalan Majapahit sisi utara menuju ke RS Gatoel di Jalan Raden Wijaya.

Berdasarkan keterangan sopir ambulans, lanjut Fitria, ambulans RS Gatoel itu berada di belakang mobil Honda Mobilio nopol W 1002 RL selama melaju sekitar 50 meter saja di Jalan Majapahit sisi selatan. Jalan yang dilalui ambulans merupakan jalur satu arah dari utara ke selatan.

Menurut Fitria, pengemudi ambulans menahan diri tidak menyalip Mobilio warna hitam itu dari lajur kiri untuk mencegah kecelakaan. Karena terdapat kendaraan parkir di tepi kiri jalan dan mobil yang merekam video melaju di lajur kiri.

"Mobilio sudah minggir sedikit ke kanan untuk memberi jalan ke ambulans. Namun, sopir ambulans ragu-ragu mau mendahului dari kiri karena ada mobil di depannya yang diperkirakan merekam video ini. Dia merasa nanggung mau motong, sehingga dia menahan dulu," terangnya.

Oleh sebab itu, kata Fitria, RS Gatoel maupun sopir ambulans tidak mempermasalahkan insiden dalam video yang viral. "Keterangan rumah sakit tidak ada yang merasa terhalangi, tidak ada yang merasa terganggu, tidak ada yang harus dipermasalahkan. Pasien yang dibawa dalam keadaan baik dan sudah mendapatkan perawatan yang baik," jelasnya.

Fitria menilai apa yang dilakukan pengemudi Mobilio bukan pelanggaran yang bisa dijerat dengan pasal 287 ayat (4) UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Menurut dia, ambulans akhirnya bisa menyalip Mobilio setelah kedua kendaraan itu mendahului mobil perekam video yang viral.

"Kita lihat hanya 50 meter ambulans di belakamg Mobilio. Bisa kita asumsikan Mobilio sedang mencari celah yang pas untuk memberi jalan ambulans mendahului. Karena ada mobil parkir di kiri jalan dan mobil di depannya. Saat kita berkendara tidak bisa dikonyong-konyong langsung memotong," cetusnya.

Meski begitu, tambah Fitria, pihaknya tetap berupaya menemukan pengemudi Honda Mobilio tersebut. Mobil warna hitam itu diketahui milik warga Sidoarjo, tapi sudah dijual ke orang lain.

"Kalau kami temukan pemilik mobilnya, kami klarifikasi bersama sopir ambulans juga," tandasnya.

Video berdurasi 41 detik itu memperlihatkan ambulans milik RS Gatoelmelaju kencang sambil menyalakan sirine dan lampu rotator di Jalan Majapahit sisi selatan. Namun, laju ambulans terhalangi mobil Honda Mobilio nopol W 1002 RL dan sepeda motor di depannya. Mobilio melaju di lajur kanan, sedangkan motor di lajur kiri.

Suara sirine dan klakson ambulans tidak membuat pengemudi mobil penumpang warna hitam itu memberi jalan. Mobil Mobilio itu tetap melaju di lajur kanan. Sedangkan sepeda motor di sudah menepi di lajur kiri sehingga bisa disalip ambulans.

Pengemudi ambulans terlihat berusaha mendahului Mobilio dari kiri. Namun, terhalangi kendaraan yang parkir di tepi jalan dan mobil yang merekam peristiwa ini. Karena mobil perekam sudah beralih ke lajur kiri sejak mendengar sirine ambulans. Hingga video berakhir, ambulans masih berada di belakang Mobilio setelah menyalip mobil perekam.

(iwd/iwd)