104 Penumpang Kereta Gagal Berangkat dari Daop 7 Madiun pada 6-17 Mei

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 19:07 WIB
Sebanyak 104 calon penumpang kereta gagal berangkat dari Daop 7 Madiun. Sebab, berkas persyaratan mereka tidak sesuai.
Kereta di Daop 7 Madiun/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Sebanyak 104 calon penumpang kereta gagal berangkat dari Daop 7 Madiun selama masa larangan mudik 2021. Sebab, berkas persyaratan mereka tidak sesuai.

Mereka merupakan calon penumpang yang gagal berangkat selama selama masa larangan mudik 2021, pada 6-17 Mei. Ada 90 orang yang tidak membawa surat izin perjalanan yang sesuai. Sementara 14 orang lainnya tidak membawa surat bebas COVID-19 yang berlaku.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, masyarakat yang diberangkatkan menggunakan KA Jarak Jauh bukan untuk kepentingan mudik.

Orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan nonmudik lainnya.

"Seluruh pelanggan kami telah dilakukan verifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu secara cermat dan teliti. Jika tidak lengkap maka tidak akan kami izinkan untuk berangkat," kata Ixfan dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (18/5/2021).

KA jarak jauh pada masa larangan mudik 2021 dioperasikan untuk menyediakan konektivitas bagi orang-orang, yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

"Pada masa peniadaan mudik kereta api yang beroperasi di wilayah Daop 7 Madiun terdapat 6 KA jarak jauh per hari. Seluruh operasional kereta api berjalan dengan lancar, aman dan tertib. Baik di stasiun maupun di kereta api," ujar Ixfan.

PT KAI Daop 7 Madiun telah melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Bukan untuk kepentingan mudik atau pun balik Lebaran. Selama 6-17 Mei 2021, KAI telah melayani 4.263 pelanggan KA jarak jauh. Rata-rata 355 pelanggan per hari.

Jumlah tersebut turun 69 persen dibanding pelanggan KA jarak jauh pada masa pengetatan pramudik, 22 April sampai 5 Mei. Di mana KAI melayani rata-rata 1.134 pelanggan KA jarak jauh per hari.

"KAI mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan dan persyaratan yang ditetapkan selama masa peniadaan mudik. Terus terapkan protokol kesehatan secara konsisten dan disiplin untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," pungkas Ixfan.

(sun/bdh)