Ritual Tari Seblang Olehsari Tak Digelar Tahun Ini Gegara Pandemi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 22:22 WIB
tarian seblang
Lokasi tarian seblang (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Ritual tarian Seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi tidak digelar, seiring dengan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. Sebagai gantinya, masyarakat desa setempat menggelar selamatan.

Tarian yang mengusir pagebluk (penyakit dan marabahaya) yang dilakukan oleh penari yang kerasukan itu, sudah kali kedua tidak digelar. Sedianya, kegiatan itu digelar selama 7 hari mulai 17-23 Mei 2021.

Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis mengatakan ritual adat Seblang tahun ini tidak digelar. Karena masih dalam masa Pandemi COVID-19. Selain itu, izin pelaksanaan yang diberikan Polresta Banyuwangi hanya disetujui satu hari saja.

"Kami mohon maaf pada masyarakat Desa Olehsari khususnya masyarakat adat Desa Olehsari di tahun 2021 ini tidak kita laksanakan (ritual Adat Seblang)," jelasnya kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Sebagai gantinya, masyarakat adat Desa Olehsari sudah melakukan ritual intinya pada Minggu (16/5) malam. Ritual inti itu berupa selamatan di rumah-rumah warga seperti di rumah Penari Seblang, rumah Perias dan juga di tempat pelaksanaan atau panggung tari Seblang. Selain itu juga masyarakat adat juga telah mengirim sesaji di 7 mata air dan melakukan selamatan di petilasan Buyut Ketut.

"Ritual adat Seblang tahun ini sudah dilaksanakan wajibnya. Tinggal pelaksanaan adatnya yang belum kita laksanakan karena terkait Pandemi untuk memutus mata rantai virus COVID-19 yang saat ini masih menghantui," jelasnya.

Dia menambahkan sedianya hari ini akan dilaksanakan ritual tarian Seblang di panggung yang telah disediakan. Namun karena izin yang diberikan hanya satu hari, masyarakat adat tidak bisa melaksanakan kegiatan tersebut karena masyarakat adat tidak berani mengambil resiko bila tari Seblang yang lazimnya dilaksanakan 7 hari hanya dilaksanakan selama satu hari.

"Karena kalau dilaksanakan sehari menimbulkan banyak risiko baik dari Desa, juga masyarakat adat sendiri. Terutama Ketua adat akan mempunyai resiko yang sangat besar, terutama pada penari. Agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan pada masyarakat adat itu sendiri," tegasnya.

Ditambahkan oleh Anshori, Ketua Adat Desa Olehsari, hari ini, semestinya Penari Seblang menari. Namun urung dilaksanakan. Dia berharap dengan ritual inti dan selametan sesajen yang sudah dilaksanakan seluruh warga Olehsari diberi kesehatan, dijauhkan dari Penyakit, dan diberi rezeki untuk ibadah kepada Allah.

"Dengan situasi dan kondisi seperti ini tidak berani melaksanakan kegiatan yang sedianya kegiatan itu mulai awal sampai 7 hari," jelasnya.

Pawang Penari Seblang, Ansori mengatakan pihaknya tidak berani menanggung risiko jika ritual tari Seblang hanya dilaksanakan sehari saja. Selain dirinya Penari Seblang juga akan menanggung risiko jika tetap dilaksanakan hanya sehari.

Dia menyebut, sebelumnya dirinya mendengar dalam beberapa rapat ritual adat Seblang diizinkan untuk dilaksanakan selama 7 hari penuh. Namun dia mengaku kaget pada saat H-1 ternyata hanya diizinkan sehari saja .

"Maka saya ndak berani. Beribu-ribu maaf, Saya tidak mau menanggung risiko masalah tentang penari Seblangnya," tegasnya.

(iwd/iwd)