Namanya Diseret di Kasus Penipuan, Wabup Blitar Klaim Juga Sebagai Korban

Erliana Riady - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 20:04 WIB
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Lili Yunita (48), tersangka penipuan investasi tanah dan pencucian uang di Surabaya senilai Rp 48 miliar menyebut-nyebut nama Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso. Tersangka menyebut yang seharusnya bersalah adalah Rahmat. Namun Rahmat Santoso mengklaim, justru dia juga sebagai korban.

Dihubungi detikcom, Rahmat mengaku sudah mengenal Lili Yunita sejak tahun 2013. Saat itu Rahmat berstatus lawyer Lili dalam kasus penipuan penggelapan. Setelah itu Rahmat sudah bukan lawyer Lili dan lama tidak bertemu. Rahmat baru bertemu kembali dengan Lili sekitar tahun 2018-2019. Lili mendatangi kantornya dan sering membawakan roti dan lain sebagainya.

"Lili datang menawarkan menjualkan tanah saya. Dia minta dibuatkan surat, bahwa saya minta harga tanah itu Rp 2,5 juta per meter. Selebihnya dia minta, saya bilang ya gak papa. Tapi saya tidak kunci lho ya. Tidak ada DP diberikan dia," jawab Rahmat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/5/2021).

Nama Rahmat Santoso sendiri disebut saat tersangka dihadirkan dalam rilis di Polda Jatim pada Kamis (6/5). Karena namanya disebut-sebut dalam kasus ini, Rahmat lalu mendatangi Polda Jatim dan minta keterangannya dituangkan dalam BAP oleh penyidik. Rahmat membantah dirinya dipanggil sebagai saksi. Rahmat menegaskan dirinya yang mendatangi penyidik polda, bukan dipanggil sebagai saksi.

Ada tiga hal yang ditegaskan Rahmat dalam kasus ini. Pertama, tidak ada aliran duit dari Lili Yunita kepada Rahmat. Kedua, Rahmat tidak pernah membuatkan selembar surat pun yang meminta Lili menjualkan tanahnya atau mengajaknya kerjasama. Dan ketiga, Rahmat tidak pernah kenal dengan pelapor.

"Tidak ada aliran duit ke saya. Saya tidak pernah membuatkan surat Lili untuk menjualkan tanah saya. Dan saya tidak pernah kenal pelapor. Semua sahabat-sahabat dekat saya itu justru korban penipuannya Lili juga," kata Rahmat.

Rahmat menegaskan tidak ada nama dia dalam kasus dugaan pencucian uang. Rahmat minta ditanyakan ke Jaksa karena kasus sudah P21 apakah diantara BB itu ada namanya.

"Apakah dari semua rangkaian TPPU itu ada nama saya. Tanya dong ke kejaksaan, BB itu apa saja, namanya siapa saja. Apakah ada nama saya. Fortuner punya siapa, Mercy punya siapa. Dari mana itu semua, TPPU-nya ke mana. Jangan saya dijelekkan kaya gini dong," pungkas Rahmat.

(iwd/iwd)