Pemudik yang Balik ke Surabaya Dikarantina Jika Tak Bawa Surat Bebas COVID-19

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 21:44 WIB
Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto
Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto/Foto file: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Arus balik pemudik mulai terjadi di Kota Pahlawan. Pemkot Surabaya melalui RT RW akan melakukan karantina pemudik selama 5 hari.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan usai dikarantina, para pemudik juga akan di tes swab PCR. Adapun biayanya secara mandiri.

"Akan dikarantina 5 hari dulu. Kemudian di-swab PCR bagi warga yang usai mudik. Swab-nya biaya mandiri," ujar Irvan kepada detikcom, Minggu (16/5/2021).

"Jika hasilnya positif bagi KTP Surabaya akan diisolasi di RS Haji. Kalau bukan di RS Lapangan," imbuh Irvan.

Menurut Irvan, karantina dan tes swab PCR akan dikenakan bagi pemudik yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas COVID-19.

"Nanti RT RW dibantu dengan Satgas COVID-19 Kampung Wani di tingkat kelurahan dan kecamatan. Dan akan ditanya apakah sudah bawa surat keterangan bebas COVID apa ndak," terangnya.

Ditanya apakah sudah ada temuan pemudik yang positif? Irvan mengaku belum mendapat laporan. Sebab para pemudik yang masuk ke Surabaya mulai berdatangan kemarin malam.

"Belum ada laporan. Karena mereka baru mulai berdatangan kemarin malam. Mungkin besok sudah ada laporannya," pungkas Irvan.

(sun/bdh)