Tanggapi Hoaks Kasus COVID-19 Meledak, Khofifah Paparkan Kondisi Sesungguhnya

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 22:35 WIB
Beredar pesan WhatsApp yang berisi meledaknya kasus COVID-19 di Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan berita yang beredar tersebut adalah hoaks.
Foto: Tangkapan Layar Pemprov Jatim
Surabaya -

Beredar pesan kasus COVID-19 di Jatim meledak atau naik signifikan di Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan berita yang beredar tersebut hoaks.

"Berita yang ramai beredar di aplikasi WA terkait meningkatnya jumlah pasien yang terpapar COVID-19 di Jawa Timur saya pastikan itu semua adalah tidak benar atau hoaks," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (14/5/2021).

Data Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim menunjukkan, sejak 8-14 Mei 2021 penambahan kasus COVID-19 adalah 225, 230, 206, 257, 248, 148, 141. Untuk yang terkonfirmasi sembuh mulai tanggal 8-14 Mei 2021 ada 207, 196,213,193,224,151,179. Sedangkan yang meninggal dunia sejak 8-14 Mei 2021 adalah 19,17,21,31,22,11,15.

Khofifah menjelaskan hingga hari ini perkembangan COVID-19 di Jatim masih terkendali. Berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, per 14 Mei 2021 total komulatif kasus COVID-19 yakni 150.901 ditambah kasus aktif baru 141. Sedangkan yang dinyatakan sembuh bertambah 173 dan meninggal dunia bertambah 15 orang.

"Situasi COVID-19 di Jawa Timur saat ini 1.614 atau 1,07% orang dalam perawatan, 138.310 atau 91,66% terkonfirmasi sembuh dan 10.977 atau 7,27% terkonfirmasi meninggal dunia.

"Kasus COVID-19 aktif di Jatim merupakan yang terendah dari 3 provinsi besar di Pulau Jawa. Jawa Tengah 7.277 kasus, DKI Jakarta 7.792 kasus, dan Jawa Barat dengan 29.104 kasus aktif. Kita termasuk kasus COVID-19 aktif terendah dari Provinsi besar lainnya di Pulau Jawa," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2