Home Industry Petasan Tewaskan 6 Orang, Khofifah Koordinasi dengan Polda Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 20:38 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Khofifah (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Selama Ramadhan 2021, Jawa Timur diberi PR dengan maraknya home industry petasan atau mercon. Apalagi, pembuatan petasan ini sudah menewaskan 6 warga Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun mewanti-wanti, agar masyarakat tidak memproduksi petasan secara home industry.

Diketahui, ledakan pertama dari pabrik mercon pada 14 April 2021 di Jombang. Dari ledakan tersebut, satu orang tewas. Tak lama kemudian, pada 27 April 2021, dua orang warga Ponorogo juga tewas saat mengaduk bahan peledak untuk mercon.

Ledakan berikutnya dialami Jatim menjelang Idul Fitri. Pada 10 Mei 2021, ratusan petasan meledak hingga menelan nyawa dua orang pembikinnya. Terbaru, di malam takbiran, satu orang tewas mengenaskan dengan tubuh terbelah akibat petasan yang dia produksi meledak di Kediri.

"Tadi malam itu termasuk yang ledakannya cukup tinggi," kata Khofifah, Kamis (13/5/2021).

Peristiwa ini tentu menjadi PR bagi Jatim. Tak hanya warganya saja, melainkan pencegahan dan penindakan, baik dari pemerintah maupun kepolisian juga patut dievaluasi. Khofifah pun berkoordinasi dengan Polda Jatim agar menindaklanjuti kejadian ledakan mercon ini.

"Accident mercon itu kemarin kami koordinasi dengan Pak Kapolda karena di Jatim selama puasa ini ada empat titik mercon yang meledak," ujarnya.

Dari bukti nyata bahaya home industry petasan ini, Khofifah mengingatkan kembali warga Jatim agar tidak lagi membuat petasan di rumah. Selain mengalami kerugian materi, juga membahayakan nyawa.

"Jadi ini harus menjadi referensi kita semua bahwa hal yang sudah dilarang mohon untuk dipatuhi demi kebaikan dan perlindungan kita semua," pungkasnya.

(hil/fat)