Beragam Modus Pemudik Tembus Penyekatan Malam Takbir di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 23:51 WIB
polres mojokerto
Polisi mencermati alasan pemudik (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Meski takbir telah berkumandang, masih saja banyak masyarakat yang nekat mudik lebaran. Berbagai alasan pun mereka gunakan agar lolos dari penyekatan petugas gabungan di Mojokerto.

Seperti yang terjadi di pos penyekatan PPST Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pos pemeriksaan ini untuk menghalau para pemudik yang akan masuk ke Bumi Majapahit dari arah barat. Yaitu Jombang, Nganjuk, Kediri, dan sekitarnya.

Dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Bupati Ikfina Fahmawati dan Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, operasi penyekatan dimulai pukul 20.30 WIB. Petugas gabungan polisi, TNI, Satpol PP, Dishub dan para relawan memeriksa setiap kendaraan yang akan masuk ke Mojokerto.

Sekitar 30 menit saja, petugas menghalau puluhan pemudik yang memakai mobil dan sepeda motor. Beragam modus mereka gunakan agar lolos dari penyekatan ini. Antara lain, berdalih membesuk orang tua yang sedang sakit dan takziah ke rumah pakdhe. Padahal, mereka membawa banyak barang bawaan dan mengajak anak dan istri.

"Saya dari Wates, Kediri mau ke Probolinggo karena ibu sedang sakit. Sakitnya karena sudah tua," kata MT (34), salah seorang pemudik yang mengendarai sepeda motor bersama istri dan dua anaknya di lokasi penyekatan, Rabu (12/5/2021).

Tak sedikit pula pemudik yang memakai alasan bekerja dan menjemput saudaranya dari tempat kerja. Namun, mereka tidak bisa menunjukkan surat tugas dari perusahaan dan surat keterangan bebas COVID-19. Sehingga petugas memaksa mereka kembali ke daerah asal.

"Saya mau jemput saudara kerja di toko busana di Kota Mojokerto. Ya sudah tidak masalah saya putar balik saja," ujar DN (25), pemudik asal Bareng, Jombang.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, masih banyak pemudik yang curi-curi kesempatan untuk pulang ke kampung halaman pada malam takbir. Pihaknya terpaksa menghalau para pemudik sesuai ketentuan pemerintah.

"Ternyata masih ada beberapa yang mengambil kesempatan untuk mudik dari luar rayon. Kami lakukan penyekatan untuk mencegah penyebaran COVID-19," jelasnya.

Sementara Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengimbau masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan saat menunaikan Salat Idul Fitri besok pagi, Kamis (13/5). Menurut dia, pengawasan ketat akan dilakukan bersama TNI dan polisi agar tidak terjadi kerumunan di masjid-masjid.

"Di desa-desa yang masih zona kuning kami pantau secara ketat protokol kesehatannya saat Salat Id. Terkait wisata, semua tempat wisata wajib memenuhi syarat prokes, pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas," tandasnya.

(iwd/iwd)