Stok Bahan Pokok Jatim Jelang Lebaran Aman, Bahkan Surplus

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 12:12 WIB
bahan pokok di jatim
Kadisperindag Jatim sidak harga pangan (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Ketersediaan bahan pokok menjelang lebaran di Jawa Timur terpantau aman, bahkan surplus. Selain itu, ada sejumlah bahan pokok asal Jatim yang dikirim ke luar wilayah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jatim Drajat Irawan mencontohkan daging sapi dari Jatim juga surplus. Begitu juga dengan cabai.

"Sekarang ini Jatim surplus semuanya, bahkan seperlima dari nasional itu dagingnya dari Jawa Timur, lalu cabai itu sekitar 45% itu dari Jawa Timur," ungkap Drajat usai inspeksi mendadak (sidak) harga pangan jelang lebaran di Pasar Tambakrejo Surabaya, Selasa (11/5/2021).

Tak hanya itu, Drajat menyebut pihaknya senantiasa melakukan pemantauan stok pangan berikut dengan kenaikan harga pangan di Jatim.

Drajat mengatakan pantauan ketersediaan pangan di 116 pasar yang tersebar di Jatim bisa dilihat masyarakat dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok di Jawa Timur (Siskaperbapo).

"Ketersediaan bahan pokok kita baik menjelang lebaran maupun setelah lebaran kita akan pantau terus. Yang pertama dipantau dari siskaperbapo, sistem informasi ketersediaan bahan pokok di mana kita akan mendata di 116 pasar itu ada di 38 kabupaten kota melibatkan 200 pencacah data," papar Drajat.

Dalam siskaperbapo, ada sejumlah harga bahan pokok. Mulai dari beras, daging sapi hingga minyak dan telur ayam.

"Mulai dari harga beras, minyak goreng, cabe rawit, cabe besar, cabe merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam maupun daging sapi ada di Siskaperbapo," ungkapnya.

Selain itu, Drajat mengatakan pihaknya juga terbantu dengan posko digital Polda Jatim. Setiap ada pergerakan kenaikan harga juga akan terpantau.

"Sehingga pergerakan harga, apa lagi ada posko digital Polda Jatim yang khusus memberikan ketersediaan itu juga sangat membantu untuk early warning sistem. Dengan kata lain seluruh rangkaian bahan pokok yang menyumbang inflasi sekitar 0,37 persen ini untuk Jatim stabil," jelasnya.

(hil/iwd)