9 Pekerja Migran di Blitar Positif COVID-19 Usai Karantina 5 Hari

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 10:42 WIB
9 pmi di blitar positif corona
Rumah isolasi di Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Sebanyak sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Blitar terkonfirmasi positif COVID-19 usai menjalani karantina selama lima hari. Saat ini, ada penanganan yang berbeda bagi PMI yang baru datang dari tiga negara yakni India, Palestina, dan Filipina.

Penanggung jawab rumah isolasi Pemkab Blitar di LEC Garum, Christine Indrawaty mengatakan, sembilan PMI itu di antaranya merupakan warga Kecamatan Wonotirto, Srengat, Gandusari dan Bakung. Jumlah sembilan itu merupakan jumlah akumulatif sampai dengan Selasa (11/5).

"Mereka ini datangnya bergelombang. Setelah karantina dua hari di Surabaya, lalu karantina 3 hari di dua hotel di Kabupaten Blitar, mereka kami swab. Lalu dari 9 orang itu hasilnya positif," kata Christine dikonfirmasi detikcom, Selasa (11/5/2021).

Dari sembilan orang PMI, lanjut dia, sudah diizinkan pulang pada tanggal 9 Mei sebanyak satu orang. Dan pada 10 Mei dipulangkan sebanyak 2 orang. Sehingga, yang masih menjalani isolasi di LEC Garum tinggal 6 orang PMI.

Namun sesuai SOP Kemenkes, mereka yang negatif dan sudah diizinkan pulang harus meneruskan masa isolasi mandiri selama 9 hari. Sehingga, total masa isolasi PMI selama 14 hari.

Selain itu, ada SOP terbaru penanganan kedatangan PMI yang berasal dari tiga negara. Jika PMI itu baru datang dari negara India, Palestina, dan Filipina, maka masa isolasinya harus 14 hari. Namun jika di luar tiga negara itu, maka masa isolasinya selama 10 hari.

"Bagi PMI yang positif COVID-19, pada H-1 isolasi, kami akan ambil tes swabnya lagi. Ini untuk dua tujuan. Pertama, untuk mengetahui CT valuenya. Kedua, dikembangbiakkan atau dikultur untuk mengetahui virusnya strain apa," bebernya.

Jika hasil CT value di atas 30, maka PMI diizinkan pulang. Namun jika CT values masih di bawah 30, maka PMI tersebut harus menambah masa isolasinya di LEC selama 5 hari. Namun dari sembilan PMI itu, tidak ada yang datang dari tiga negara tersebut. Mereka merupakan PMI yang datang dari negara Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan dan Arab Saudi.

"Jadi kami pastikan, mereka menemui keluarganya dalam keadaan aman. Dan tidak punya potensi menularkan," tandasnya.

Sementara, data dari Disnaker Pemkab Blitar, sampai tanggal 10 Mei 2021, telah datang PMI warga Kabupaten Blitar sebanyak 507.

(iwd/iwd)