Disetop Mensos, Khofifah Berikan Santunan ke Ahli Waris Korban COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 20:35 WIB
Gubernur Khofifah memberikan santunan ahli waris pasien meninggal COVID-19
Gubernur Khofifah memberikan santunan ahli waris pasien meninggal COVID-19 (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Kemensos menyetop santunan bagi ahli waris pasien meninggal akibat COVID-19. Meski disetop Kemensos, Pemprov Jatim memberikan santunan sendiri kepada ahli waris pasien COVID-19.

"Dulu bukan dari Pemprov ya (santunan kematian COVID-19). Kemudian karena dihentikan, lalu kita komunikasikan internal. Karena mereka pada dasarnya sudah mengirim data, sudah terverifikasi," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (10/5/2021).

Khofifah menjelaskan, pemberian santunan kepada ahli waris korban COVID-19 sudah disesuaikan dengan kemampuan finansial Pemprov Jatim. Setiap ahli waris, masing-masing mendapatkan Rp 5 juta. Untuk tahap pertama ini, ada 2.137 ahli waris yang diberikan santunan oleh Pemprov Jatim.

"Akhinrya kita lakukan sesuai dengan kemampuan fiskal, maka santunan itu akhirnya kita berikan. Tanda bahwa kita juga ikut berbelangsungkawa, berduka cita atas wafatnya keluarga mereka," terangnya.

Di Jatim sendiri, tercatat hingga Senin (10/5), jumlah kasus kematian COVID-19 sebanyak 10.921 kasus. Sebanyak 67 ahli waris sebelumnya sudah dicairkan dari Kemensos RI yang nilainya Rp 15 juta. Setelah itu, kebijakan dari Kemensos untuk pemberian santunan dihentikan. Sedangkan hari ini, 2.137 ahli waris menerima santunan. dari Pemprov Jatim.

Kepala Dinas Sosial Jatim Alwi menambahkan, pihaknya akan memberi santunan kepada ahli waris korban COVID-19 yang mengajukan ke Dinsos Jatim.

"Kita selesaikan dulu tahap pertama. setelah itu kita rumuskan tahap selanjutnya. Ini sesuai kemampuan, dan ketersediaan anggaran Pemprov. Saya minta keluarga sabar, kita selesaikan bertahap. Tahap pertama ini yang dapat 2.137 dari 2.142 yang mengajukan ke Kemensos dulu, kita proses lebih awal. Ada lima yang tidak terproses karena salah data," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) menyetop santunan bagi ahli waris korban meninggal akibat COVID-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat COVID-19 yang dikeluarkan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKS) Kemensos, Sunarti.

"Pada tahun anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat COVID-19 bagi ahli waris pada Kemensos RI, sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinsos Provinsi/Kab/Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti," demikian bunyi surat tersebut, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (22/2/2021).

(iwd/iwd)