Telah Bantu 20.000 Pelajar, Kini Banyuwangi Luncurkan Sekolah Asuh Sekolah

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 19:45 WIB
bupati ipuk
Foto: Ardian Fanani

"SAS ini kemudian kita kembangkan menjadi Sekolah Asuh Sekolah. Kalau dulu sasarannya hanya teman sebaya di sekolah yang sama, sekarang juga menyasar siswa di sekolah yang lain. Bahkan guru pun bisa mengajak diskusi guru lain di sekitarnya untuk menerapkan pembelajaran yang lebih efektif. Sehingga SAS tidak hanya mendorong empati para pelajar, namun juga guru dan kepala sekolah," papar Ipuk.

Dengan program ini, Ipuk optimistis pemerataan pendidikan di Banyuwangi bisa cepat terlaksana karena semua sekolah dipantik untuk saling peduli dengan perkembangan sekolah lainnya.

"Dengan cara keroyokan semacam ini, harapan kami mutu pendidikan di sekolah-sekolah Banyuwangi juga semakin meningkat," kata Ipuk.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menambahkan, program Sekolah Asuh Sekolah, tidak hanya melibatkan siswa, namun guru juga. Dicontohkan, apabila satu sekolah kelebihan sarana-prasarana penunjang pendidikan, bisa diberikan/dipinjamkan kepada sekolah lain.

"Bisa juga sekolah donasi "ilmu". Sekolah yang memiliki program unggulan, melatih guru di sekolah lain. Dengan cara ini, kami berharap sinergitas dan solidaritas antar sekolah di Banyuwangi terus tumbuh," kata dia.

Sekadar diketahui, pada bulan ini program ini mulai dijalankan. "Rinciannya, ada 55 sekolah yang menyalurkan dana siswa asuh sebaya lintas sekolah, 14 sekolah menyalurkan uang/barang, dan tiga sekolah melakukan "asuh" pelatihan program kepada sekolah lain," ujar Suratno.

Program SAS ini menjadi nominator MDGs (Millennium Development Goals) Award pada 2014, menjadi pelengkap dari program intervensi kebijakan pemerintah daerah lainnya. "Seperti program Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Belajar, uang saku dan transport untuk pelajar, hingga program gerakan daerah angkat anak muda putus sekolah (Garda Ampuh)," jelas Suratno.

Halaman

(iwd/iwd)