Kelurahan dan RW di Surabaya Siapkan Tempat Karantina Bagi Pemudik Nekat

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 03:30 WIB
Masa larangan mudik 2021 akan berlaku hingga 17 Mei mendatang. Beberapa kelurahan hingga RW di Surabaya menyiapkan tempat karantina, mengantisipasi pemudik nekat.
Tempat karantina bagi pemudik nekat di Kelurahan Semolowaru/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Masa larangan mudik 2021 akan berlaku hingga 17 Mei mendatang. Beberapa kelurahan hingga RW di Surabaya menyiapkan tempat karantina, mengantisipasi pemudik nekat.

Salah satu kelurahan yang telah menyiapkan tempat karantina bagi pemudik nekat yaitu Kelurahan Semolowaru. Kelurahan ini menyiapkan lima tempat karantina.

"Yang kita siapkan ada di Puskesmas pembantu, aula kelurahan, dan tiga ruangan di tiga RW," kata Lurah Semolowaru, Suwarti saat dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Suwarti menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melakukan tes swab PCR, dan mengkarantina pemudik yang nekat.

"Kami koordinasi dengan RT/RW dan dengan Puskesmas. Otomatis di-swab dulu, untuk menunggu hasil dia diisolasi atau dikarantina," ujarnya.

Suwarti berharap, selama masa larangan mudik 2021 tidak ada pemudik yang nekat. "Kita sudah menyiapkan tempat-tempat ini, tapi kami berharap larangan ini dipatuhi dan tidak ada yang mudik. Seandainya tetap ada kami tetap siap," terangnya.

Sementara Ketua RW 07, Kelurahan Semolowaru, Yunus mengatakan, pihaknya mengubah ruang takmir masjid menjadi tempat karantina. "Sudah ada fasilitas TV, tempat tidur dan peralatan medis seperti kursi roda dan baju hazmat," kata Yunus.

"Kita menyiapkan karantina khusus. Jadi diperuntukkan untuk keluarga yang datang dan ini memang kami siapkan sudah mulai sejak pandemi tahun lalu. Kita siapkan mulai PSBB, PPKM. Persiapannya kami siap. Untuk antisipasi kami menyarankan ke warga kami untuk menunda dulu keberangkatan ke luar kota dan menyampaikan ke anggota keluarga yang untuk menunda dulu ke sini," jelasnya.

Jika nanti ada pemudik yang nekat masuk ke wilayahnya dan ditemui tanda-tanda terpapar COVID-19, akan diwajibkan untuk isolasi. Sambil diisolasi, pihak RW melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Surabaya.

"Sementara menunggu dari satgas kami siapkan isolasi di sini. Beberapa warga yang berprofesi tenaga kesehatan juga sudah menyanggupi bila diperlukan saat ada pendatang yang dikarantina," pungkasnya.

(sun/bdh)