Urbanisasi Jadi Awal Mula Tradisi Mudik di Banyak Negara

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 03:25 WIB
stasiun gubeng
Pemudik di Stasiun Gubeng (Foto: Esti Widiyana/detikcom)

"Momen mudik itu dijadikan sebagai tradisi meminta maaf kepada keluarga, sanak saudara, dan sebagainya," tegas Guru Besar Fakultas llmu Budaya (FIB) Unair Surabaya.

Jika dilihat dari sudut pandang sejarah, jelas dia, mudik telah ada sejak masyarakat Indonesia mulai berurbanisasi. Sebab banyak kota yang menjadi orientasi orang desa untuk mencari pekerjaan.

"Urbanisasi membuat masyarakat mulai merindukan kampung halamannya. Ini (urbanisasi, dan lainnya), mungkin setelah kemerdekaan, setelah banyak orang mencari pekerjaan di kota. Mungkin tahun 60an 70an di mana Kota Jakarta mulai didatangi orang dari berbagai desa," tambahnya.

Menurutnya, desa itu ibarat sumber air. Karena berhubungan dengan konteks urbanisasi, desa merupakan asal orang-orang kota. Dengan asal-usul bahasanya, mudik berasal dari kata udik yang berarti ujung.

"Jadi orang desa dianggap udik gitu, jadi kita kembali kepada ujung. Sehingga kalau kita pulang kampung dikatakan mudik atau 'menuju ke udik," ujar Guru Besar Fakultas llmu Budaya (FIB) Unair Surabaya.

Sementara tradisi mudik, jelas Purnawan, momen utama selain silaturrahim dan reuni, diikuti makan-makan bersama. Selain itu, terdapat pula tradisi ziarah kubur serta berkebun bagi yang memiliki kebun.

Halaman

(fat/fat)