Round-up

Cerita Korban Prostitusi Mulai Jual Keperawanan hingga Hidup dalam Ancaman

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 08:44 WIB
Polisi Surabaya mengungkap kasus perdagangan orang. Satu orang sudah diamankan dan berstatus sebagai tersangka.
Jumpa pers Polrestabes Surabaya/Foto file: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Polisi Surabaya mengungkap kasus perdagangan orang dalam praktik prostitusi. begini cerita lengkapnya.

Tersangka yang diamankan berinisial HY (38) warga Yogyakarta. Ia diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, di sebuah hotel di Kota Pahlawan pada Senin (3/5) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, HY sudah memanfaatkan korban berinisial AW (19) warga Blora, Jawa Tengah dalam praktik prostitusi.

"Yang bersangkutan (tersangka) memaksa korban, memanfaatkan korban untuk mendapatkan uang dari prostitusi," kata Oki saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (5/5/2021).

Dalam penyelidikan yang dilakukan polisi, terungkap bahwa awal November 2020, korban dikenalkan kepada tersangka oleh temannya. Kemudian korban terjerumus dalam praktik prostitusi. Tersangka menjual keperawanan korban kepada pria hidung belang.

"Tersangka mengajak korban ke Yogya dan menjual keperawanan si korban dengan imbalan uang sebesar Rp 10 juta," ungkap Oki.

Dalam praktik prostitusi itu, tersangka mendapat keuntungan Rp 3 juta. Tersangka kemudian membuat akun di media sosial dengan tujuan kembali memasarkan jasa prostitusi.

"Akhirnya tersangka mengajak korban ke Surabaya. Sejak Bulan Desember lalu ke sini (Surabaya) dan berpindah-pindah hotel. Dengan setiap transaksi Rp 1,5 juta. Setiap kali transaksi tersangka mendapatkan Rp 500 ribu," lanjut Oki.

Oki mengatakan, korban mengaku sempat ingin keluar dari praktik prostitusi tersebut. Namun oleh tersangka, korban terus diancam.

"Korban mempunyai keinginan tidak ingin melakukan pekerjaan itu lagi. Namun di bawah ancaman (tersangka) akan menyampaikan ke keluarganya. Dan di bawah ancaman tersangka akan mengekspose foto-foto bugilnya ke media sosial. Yang bersangkutan (korban) tidak berkutik," ungkap Oki saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (5/5/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2