Dua Pos Penyekatan Mudik Trenggalek Diaktifkan, Jalur Tikus Juga diawasi

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 04:46 WIB
Terhitung mulai pukul 00.00 WIB malam ini, dua titik penyekatan mudik di Trenggalek mulai diaktifkan, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP hingga dinas kesehatan disiagakan 24 jam penuh.
Dua pos penyekatan di Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek -

Terhitung mulai pukul 00.00 WIB, Kamis (6/5/2021) dua titik penyekatan mudik di Trenggalek mulai diaktifkan. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP hingga dinas kesehatan disiagakan 24 jam penuh saat ada peraturan dilarang mudik 2021.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan dua titik penyekatan tersebut berada di ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo Kecamatan Tugu dan ruas jalan nasional Trenggalek-Pacitan di Kecamatan Panggul.

"Saat ini kami cek titik penyekatan, karena malam ini pukul 00.00 WIB, mulai efektif larangan mudik 2021. Trenggalek masuk rayon VI aglomerasi, termasuk Jombang, Nganjuk, Kediri Raya, Tulungagung dan Blitar Raya," kata Mochammad Nur Arifin.

Menurutnya pos penyekatan tersebut petugas telah memasang water barier untuk diberlakukan sistem buka tutup jalur. Nantinya petugas akan melakukan pemeriksaan pengguna jalan, jika mampu memenuhi persyaratan sesuai SE Satgas COVID-19 No 13 Tahun 2021 terkait peniadaan mudik, masih diperbolehkan masuk wilayah Trenggalek.

"Tapi kalau tidak mampu memenuhi persyaratan maka harus putar balik. Untuk lokasi putar balik, cukup aman dan luas, karena pos ini berdampingan dengan rest area anjungan cerdas," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pada pos penyekatan juga dilengkapi dengan ambulans lengkap dengan petugas medis.

Bupati menambahkan, selain di ruas jalan nasional, pihaknya juga akan memantau jalur alternatif atau jalur-jalur tikus. Karena berpotensi digunakan untuk perlintasan pada pemudik nakal yang nekat pulang kampung.

"Kami meminta pihak desa yang berbatasan dengan rayon lain untuk ikut melakukan penyekatan, ini untuk mengantisipasi pemudik yang menghindari jalur utama," jelas Arifin.

Sementara Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, mengaku Operasi Ketupat Semeru 2021 ini pihaknya menerjunkan 378 personel gabungan yang disebar di pos penyekatan serta pos pengamanan yang tersebar di beberapa lokasi.

Doni menegaskan pihaknya melarang petugas menerima suap dari pengguna jalan yang ingin masuk Trenggalek selama larangan mudik. "Jangan terima apapun dari warga yang akan masuk Trenggalek," kata Doni.

(fat/fat)