Banyuwangi Kukuhkan 200 Duta Galang Gerakan Cegah Perkawinan Anak

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 10:31 WIB
Banyuwangi Kukuhkan 200 Duta Galang Gerakan Cegah Perkawinan Anak
Duta cegah perkawinan anak (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

"Sengaja saya libatkan anak muda menjadi duta, karena kalau curhat dan ngobrol sesama teman sebaya kan enak, lebih efektif daripada kita bikin seminar-seminar yang terkesan satu arah menceramahi," imbuh Ipuk.

Sementara Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, mengajak para pelajar yang menjadi duta untuk intensif menyosialisasikan upaya pencegahan pernikahan usia dini.

Pribudiarta mengapresiasi langkah Banyuwangi mencegah perkawinan anak. "Ini inovasi Banyuwangi, ada duta cegah perkawinan anak. Ini bagus," ujarnya.

Pribudiarta menjelaskan, pernikahan di usia dini akan berdampak pada kualitas hidup pasangan tersebut kelak. Dia menyebut perkawinan anak akan menurunkan kualitas hidup seseorang, karena menggangu masa tumbuh kembang anak yang belum dewasa.

"Maka penangannnya harus bersama-sama. Saya salut di Banyuwangi anak mudanya bergerak bersama, sebagai dutanya," tuturnya.

Bupati Ipuk menambahkan, pembentukan duta cegah perkawinan anak tersebut untuk mendukung program Ruang Rindu (Ruang Pemberdayaan dan Perlindungan Ibu-Anak) yang telah diresmikan Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, pada 21 April 2021.

Program Ruang Rindu merupakan inovasi yang menghadirkan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan dari hulu ke hilir. "Termasuk kita ingin mengurangi perkawinan anak, sebagai upaya perlindungan anak dari dampak buruknya," pungkasnya.

Halaman

(fat/fat)