RS Darurat Indrapura Surabaya Rawat 34 TKI Positif COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 03:30 WIB
Rumah Sakit Darurat Indrapura Rawat 34 TKI Positif COVID-19  

Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) kini tengah merawat 34 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya, para TKI ini sempat diswab saat hendak dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Rinciannya, tadi malam ada delapan PMI yang masuk RSLI. Sedangkan sore ini ada 26 orang PMI yang dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Mereka berasal dari Malaysia, Hongkong, Singapura dan Brunei Darussalam. TKI yang positif dalam seminggu terakhir ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, sedangkan yang dari timur tengah diperkirakan akan masuk dalam seminggu ke depan.

Ketua Pelaksanan Relawan PPKPC-RSLI Radian Jadid menyebut total TKI yang dirawat di RSLI ada 34 pasien. Rincirannya 17 pasien laki-laki dan 17 pasien perempuan.

Sedangkan asal para TKI juga beragam, lebih dari setengah berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Lalu, ada pula dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah. 

Sementara itu, Kepala RSLI Kogabwilhan II Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan para TKI yang positif ini akan menjadi perhatian serius. Karena berpotensi menjadi perantara mutasi COVID-19 varian baru. 

Nalendra mengatakan pihaknya juga berkaca pada kondisi tsunami COVID-19 di India. Untuk itu, Nalendra tak ingin kecolongan. Segala langkah antisipasif dan monitoring ketat akan dilakukan pada penderita COVID-19 yang berasal dari PMI. 

Contoh paling jelas adalah kasus di India. Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India telah menjadikan mereka euforia sehingga melupakan protokol kesehatan yang ada, papar Nalendra di Surabaya, Selasa (4/5/2021).

Padahal, angka tersebut dibandingkan dengan 1,3 miliar jumlah penduduk India, masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70 persen dari populasi. Untuk itu vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan,karena prokes adalah nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi COVID-19, imbuhnya.

Tak hanya itu, Nalendra juga menyoroti kondisi Malaysia. Di mana beberapa rumah sakit COVID-19 di sebagian wilayah Malaysia mulai penuh. Untuk itu pasien yang berasal dari Malaysia juga menjadi perhatian khusus.

Informasi yang masuk, dari 28 April hingga 4 Mei, setidaknya sudah masuk 4.177 PMI. Di mana lebih dari setengahnya berasal dari Malaysia, yakni 2.298 orang. Selebihnya, berasal dari Singapura, Hongkong dan Brunei Darussalam. 

Nalendra menambahkan PMI ini akan mendapatkan perhatian khusus, skrining dan pengambilan sampel ulang, untuk selanjutnya dianalisis di RSLI dan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitkbangkes) Jakarta Pusat. Hal ini demi penelitian lanjut terkait kemungkinan munculnya varian baru mutasi COVID-19.

Untuk kesiapan penangan PMI, Nalendra berpesan kepada seluruh nakes dan relawan di RSLI untuk terus menjaga kondisi agar dapat bekerja menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik untuk kesembuhan pasien. 

Jaga kondisi, tertib dan taat dalam penggunaan APD sesuai levelnya, serta saling mengingatkan untuk keamanan, kesehatan dan keselamatan kita bersama, pesan Nalendra.
RS Darurat Lapangan Indrapura (Foto: Esti Widiyana/detikcom)

"Contoh paling jelas adalah kasus di India. Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India telah menjadikan mereka euforia sehingga melupakan protokol kesehatan yang ada," papar Nalendra di Surabaya, Rabu (5/5/2021).

"Padahal, angka tersebut dibandingkan dengan Rp 1,3 miliar jumlah penduduk India, masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70 persen dari populasi. Untuk itu vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan, karena prokes adalah nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi COVID-19," imbuhnya.

Tak hanya itu, Nalendra juga menyoroti kondisi Malaysia. Beberapa rumah sakit COVID-19 di sebagian wilayah Malaysia mulai penuh. Untuk itu pasien yang berasal dari Malaysia juga menjadi perhatian khusus.

Informasi yang masuk, dari 28 April hingga 4 Mei, setidaknya sudah masuk 4.177 TKI. Lebih dari setengahnya berasal dari Malaysia, yakni 2.298 orang. Selebihnya, berasal dari Singapura, Hong Kong dan Brunei Darussalam.

Nalendra menambahkan TKI ini akan mendapat perhatian khusus, skrining dan pengambilan sampel ulang, Dan akan dianalisis di RSLI serta dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitkbangkes) Jakarta Pusat. Hal ini demi penelitian lanjut terkait kemungkinan munculnya varian baru mutasi COVID-19.

Untuk kesiapan penanganan TKI, Nalendra berpesan kepada seluruh nakes dan relawan di RSLI untuk terus menjaga kondisi agar dapat bekerja menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik untuk kesembuhan pasien.

"Jaga kondisi, tertib dan taat dalam penggunaan APD sesuai levelnya, serta saling mengingatkan untuk keamanan, kesehatan dan keselamatan kita bersama," pesannya.

Halaman

(fat/fat)