Ronda Sahur di Trenggalek Berujung Tawuran

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 17:17 WIB
Ronda sahur yang digelar dua kelompok pemuda di Panggul, Trenggalek berujung tawuran. Akibatnya satu orang mengalami luka robek karena pukulan kentongan.
Jumpa pers Polres Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Trenggalek -

Ronda sahur yang digelar dua kelompok pemuda di Panggul, Trenggalek berujung tawuran. Akibatnya satu orang mengalami luka robek karena pukulan kentongan.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan, aksi penganiayaan itu terjadi saat dua kelompok pemuda menggelar ronda untuk membangunkan sahur. Saat itu korban Andik Kurniawan ronda bersama sejumlah rekannya menggunakan mobil pikap.

Saat tiba di Desa Wonocoyo, tiba-tiba kendaraan bak terbuka itu dipepet oleh dua pemuda yang mengendarai sepeda motor Honda Tiger. Karena kaget, pikap tersebut sempat oleng.

"Kesal dengan ulah itu, beberapa teman Andik mengejar motor tersebut," kata Doni, Jumat (23/4/2021).

Dari situlah akhirnya perselisihan berlanjut. Kelompok ronda Andik kemudian bertemu dengan pengendara motor tersebut dan kelompok ronda sahur lain di jembatan penghubung Desa Nglebeng dengan Wonocoyo.

"Ketika korban bersama rekannya ke lokasi itu, ternyata di sana sudah ada kelompok ronda yang lain, salah satunya adalah tersangka FK alias Bendol," ujarnya.

Beberapa pemuda tersebut akhirnya terlibat cekcok hingga berujung tawuran. Puncaknya tersangka FK memukul korban Andik dengan sebuah kentongan bambu.

"Akibatnya, korban mengalami luka robek di pelipis dan mengeluarkan darah," jelasnya.

Tidak terima dengan penganiayaan itu, korban melaporkan pelaku ke kantor polisi. Kapolres Doni Satria menambahkan, akibat perbuatannya kini tersangka FK ditangkap dan ditahan di Polres Trenggalek. Pelaku terancam dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Sementara itu tersangka FK mengakui perbuatannya. Namun ia menyebut aksinya itu untuk membela adiknya yang dikeroyok oleh korban dan rekan-rekannya dalam tawuran itu.

"Itu kan saya ronda dan adik saya beli es naik motor Tiger, katanya nyalip pikap secara cepat atau bagaimana saya nggak tahu. Tiba-tiba di jembatan itu pikap datang adik saya dikeroyok," kata FK.

Saat itu FK sempat meminta penjelasan persoalan yang terjadi, namun ia justru dikepung, kemudian didorong dari belakang, hingga ditendang samping. "Kemudian saya pukul pakai kentongan, saat itu saya sempat dikeroyok, tapi kemudian saya berusaha melepaskan diri dan lari," imbuhnya.

(sun/bdh)