14 Ribu Pekerja Migran Pulang ke Jatim, Khofifah Siapkan Tempat Karantina

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 21:31 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Sebanyak 14 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan kembali ke Jatim Ramadhan tahun 2021 ini. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan tempat karantina untuk kedatangan belasan ribu PMI tersebut.

"Ada pemulangan dari Pekerja Migran Indonesia. Yang terkonfirmasi kemungkinan yang pulang ke Jawa Timur kalau data ini tidak direvisi oleh BP2MI, maka sekitar 14 ribu, gede sekali. Tahun lalu itu 2.100. Jadi bulan Ramadhan sampai dengan pasca Idul Fitri kemungkinan 14 ribu," ujar Khofifah usai Rakor PPKM di Gedung Negara Grahadi, Kamis (22/4/2021) malam.

Gubernur Khofifah menjelaskan kepulangan PMI ke Jatim bukan dalam rangka mudik lebaran tahun 2021. Melainkan, 14 ribu PMI tersebut telah habis masa kontraknya.

"Kalau mereka bukan mudik, karena memang kontraknya habis," imbuhnya.

Mantan Mensos RI ini mengakui pihaknya masih menyiapkan tempat karantina untuk kepulangan PMI. Ada beberapa opsi tempat karantina, di antaranya di Korem, Juanda. Bila nantinya ada PMI yang bergejala dan dites ternyata positif COVID-19, Gubernur Khofifah menyiapkan RS Darurat Lapangan Indrapura sebagai tempat isolasi.

"Jadi tempat karantina cari opsi, dulu punyanya Korem di Juanda itu kita sudah pernah persiapkan tahun lalu, bisa saja itu difungsikan kembali. Tempat yang bersiap karantina, bisa difungsikan kembali," terangnya.

Khofifah menambahkan bagi PMI yang dikarantina dan telah dites, hasilnya negatif COVID-19, akan langsung dikirim pulang sesuai kabupaten/kota masing-masing.

"Kalau sudah tidak ada masalah, sudah tes antigen, non reaktif ya dikirim ke pendopo kabupaten/kota. Jadi kan bupati, wali kota yang punya tugas, mengantarkan sampai ke kita sih berharap ke pendopo kabupaten/kota. Jadi seluruh proses pengiriman di pendopo, sehingga ada serah terima. Kita harus menghormati mereka telah merantau dan bekerja keras di negara lain. Kita berikan layanan semaksimal mungkin," pungkas Khofifah.

(iwd/iwd)