Soal Reshuffle Menteri Investasi, Ini Pendapat Pakar Politik

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 16:51 WIB
Infografis 3 kali bongkar pasang kabinet
Ilustrasi reshuffle kabinet (Foto: Infografis: Nadia Permatasari/detikcom)
Surabaya -

Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju semakin santer terdengar. Ada sejumlah sosok yang disebut akan mengisi pos Kemendikbud Ristek hingga Kementerian Investasi.

Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo mengatakan menjelang reshuffle, nama tokoh muda NU Witjaksono menguat menjadi Menteri Investasi. Terlebih, Witjaksono sempat dipanggil Presiden Joko Widodo ke istana.

"Tokoh muda NU Witjaksono itu saya rasa bisa menjadi rising star ya kalau melihat hubungan presiden dengan NU cukup bagus," kata Mochtar saat dihubungi detikcom di Surabaya, Senin (19/4/2021).

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) ini menyebut hal tersebut bisa menjadi suatu simbiosis mutualisme antara Jokowi dan NU.

"Ini juga merupakan simbiosis mutualisme Jokowi dan NU. Hubungan ini bisa diperkuat kalau petunjuknya dia menjadi Menteri Investasi," imbuhnya.

Sebelumnya, ada kabar Badan Koordinasi Penanaman Modal yang dipimpin Bahlil Lahadalia akan diupgrade jadi Kementerian Investasi. Selain itu, ada beberapa sosok yang dipanggil Jokowi ke istana.

Nama pertama yakni Muhammad Rapsel Ali, anggota DPR Fraksi NasDem yang diisukan menjadi Menteri Investasi setelah isu satu dari tiga menteri NasDem bakal direshuffle.

"Cuma ditanya-tanya, terkait tim balap Mandalika, ya itu kan menandakan juga bahwa kita bisa tampil seperti itu menandakan negara kita termasuk negara maju, dan bisa memberi ruang investasi yang lebih besar lagi," ujar Rapsel Ali menjelaskan pertemuannya dengan Jokowi.

Lalu, tokoh muda NU Witjaksono mengaku sempat dipanggil Jokowi untuk berbicara empat mata. Namun, Witjaksono mengatakan pertemuan ini tak membahas soal isu menteri.

"Kita membahas soal ekonomi sih. Saya kan memang pengusaha dan tokoh NU. Jadi memposisikan mengenai NU bagaimana, terus kemudian ekonomi bagaimana, intinya begitu. Karena jalur saya memang pengusaha multinasional, jadi bicara soal investasi, bicara mengenai rencana perkembangan ekonomi di Indonesia," ujar Witjaksono.

(hil/iwd)