Ini Skenario Pemkab Pacitan soal Larangan Mudik Lebaran

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 14:15 WIB
Plh Bupati Pacitan, Heru Wiwoho
Plh Bupati Pacitan, Heru Wiwoh (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Pemerintah memastikan melarang mudik Lebaran 2021. Ini berlaku sejak tanggal 6-17 Mei 2021. Selama rentang waktu tersebut aktivitas pemudik pulang kampung tidak diizinkan.

Menyusul kebijakan tersebut pemangku kepentingan di daerah pun melakukan ancang-ancang. Ini seperti dilakukan Pemkab Pacitan. Salah satunya dengan pemantuan pendatang dan penguatan PPKM Skala Mikro.

"Kita kuatkan lagi (pemantauan). Dari pusat instruksinya kan PPKM Skala Mikro. Jadi yang dikuati di tingkat desa," ucap Plh Bupati Pacitan, Heru Wiwoho Selasa (6/4/2021).

Selain berfungsi memantau, lanjut pria yang juga menjabat sekda itu, posko di desa juga dimanfaatkan untuk kegiatan 3T. Yakni testing, tracing, dan treatment. Hal ini dikhususkan bagi pendatang.

Tidak itu saja, penyiapan fasilitas di tingkat desa juga menjadi perhatian khusus. Terlebih jika ternyata ada pemudik yang nekat pulang kampung di luar tanggal yang dilarang. Apalagi jika mereka berasal dari kawasan dengan kasus COVID-19 tinggi.

"Tentu saja satgas di tingkat kabupaten juga akan memonitor. Tidak hanya desa tapi harus bersama-sama juga," tandasnya.

Sejauh ini pemkab berupaya mematuhi kebijakan pemerintah pusat. Termasuk di antaranya berkenaan larangan mudik. Hanya saja karena belum ada petunjuk teknisnya, pemkab tetap fokus pada PPKM Mikro.

"Saya kira kewajiban menunjukkan surat keterangan swab antigen juga penting untuk mendeteksi pendatang," imbuh Heru.

Soal adanya kemungkinan penyekatan pintu masuk menuju Kota 1001 menjelang lebaran, Heru enggan berandai-andai. Sebab hal tersebut sangat tergantung pada perkembangan yang terjadi. Langkah tersebut juga membutuhkan kerjasama lintas lembaga.

Simak juga 'Pemerintah Tiadakan Mudik, Polisi Siapkan 330 Titik Penyekatan':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)