Aura Magis Terasa di Tempat Istirahat Bung Karno di Kebun Kopi Karanganyar Blitar

Erliana Riady - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 09:39 WIB
Mengintip Kamar Bung Karno di Kebun Kopi Karanganyar Blitar
Tempat istirahat Bung Karno di Kebun Kopi Blitar (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Jendela besar di kamar itu memang ditutup. Dua buah lampu meja di samping kanan kiri tempat tidur selalu menyala walaupun kondisi siang hari. Warna bed cover merah putih, mendominasi pusat perhatian pengunjung, diantara warna krem dinding kamar.

Dirut Kebun Kopi Karanganyar, Wima Brahmantya tidak membantah jika aura magis kamar itu terasa kuat. Ini jugalah yang menguatkan niatnya, membuka kamar yang pernah dipakai beristirahat BK saat berkunjung ke kebun kopi milik keluarga besarnya.

"Ya di kamar ini saya mimpi bertemu BK. Lagi pawai, BK menunggang kuda hitam. Lalu menyelipkan bendera merah putih di pundak kanan saya. Saya bangun itu nangis," ungkap Wima.

Wima juga mengakui, tak seorangpun berani tidur di dalam kamar itu kecuali dia. Pernah ada beberapa rekan yang adu nyali untuk tidur di dalam kamar Bung Karno. Namun tak ada satupun yang berhasil dan keluar kamar esok paginya. Mereka hanya bertahan beberapa jam, kemudian menyerah dan keluar kamar.

"Hanya saya yang berani tidur kamar ini. Sebenarnya pernah nantangin beberapa orang buat nginep di situ sih. Cuma tidak ada yang berani emang," ungkap Wima sambil tertawa.

Namun Wima menandaskan, sejak dibuka pariwisata sebenarnya de Karanganjar sudah tidak lagi 'wingit'. Karena sudah ramai dikunjungi wisatawan. Dan yang paling penting, di area penginapan di bagian belakang Roemah Lodji de Karanganjat Koffieplantage semua baik-baik saja. Belum pernah ada laporan tamu yang menginap mengalami kejadian aneh.

Dia mengaku sebenarnya ada pesan nasionalisme kebangsaan dengan dibukanya kamar Bung Karno ini bagi wisatawan. Wima menilai, ajaran nasionalisme Bung Karnolah yang menjadikan negara ini ada. Sebagai aktivis pergerakan, Wima memang ingin mengembalikan khittah awal republik ini didirikan, bersumber dari gagasan Bung Karno.

"Gagasan Bung Karno sudah lama ditinggalkan oleh para pejabat negeri ini. Undang-undang diubah-ubah sehingga kita saat ini dihadapkan pada kondisi negara yang tidak stabil. Karena politiknya sangat keras, dinamis memecah belah anak bangsa. Dan korupsi susah diperangi karena demokrasinya mahal," pungkasnya.


(fat/fat)