Banyuwangi Gelar Educamp Ijen Geopark Festival

Ardian Fanani  - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 08:39 WIB
Banyuwangi Gelar Educamp Ijen Geopark Festival
Foto: Ardian Fanani

Dikatakan Yahya, taman bumi (geopark) adalah bagaimana menggabungkan keanekaragaman hayati, geologi, dan sosial budaya untuk keperluan konservasi, pendidikan, dan pembangunan ekonomi masyarakat. Untuk itu, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan, termasuk para pemuda.

"Pemuda adalah inovator, kolaborator, dan agen perubahan. Maka pemuda harus bisa memberi perubahan karena taman bumi (geopark) sendiri adalah perubahan. Pemuda harus berperan dalam merubah mindset masyarakat dari kebiasaan melakukan eksploitasi menjadi konservasi," tegas Yahya.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap educamp ini dapat membawa manfaat positif bagi pengembangan geopark, khususnya geopark Ijen.

"Semoga dari educamp ini dapat muncul ide-ide baru yang mendorong percepatan pengembangan geopark di Indonesia, termasuk geopark nasional Ijen yang saat ini sedang diusulkan menjadi UGG oleh pemerintah pusat," kata Ipuk.

Sekedar diketahui, saat ini Geopark Ijen telah lolos proses verifikasi administrasi dari Badan Pengembangan Geopark Dunia Unesco. Selanjutnya, pada pertengahan tahun ini assessor UGG akan melakukan tinjau lapang ke kawasan Ijen untuk menilai kelayakan Ijen masuk dalam jaringan geopark dunia.

Ipuk juga meminta agar Geopark Ijen ini dikelola dan dikembangkan oleh anak muda. Tidak hanya masalah konservasi lingkungan saja, namun pengembangan dari sisi sosial budaya masyarakat juga pemuda harus berperan.

"Karena ketika kita bicara geopark, tidak hanya sekedar bicara alam semata, tetapi seluruh aspek di dalamnya, seperti hayati dan kebudayaan. Banyuwangi sendiri memiliki kekayaan warisan geologi serta warisan tradisi seni budaya yang luar biasa dan lengkap," pungkas Ipuk.

Halaman

(fat/fat)