Lokasi Penemuan Kerangka Tiga Wanita di Situs Kumitir Disebut Bukan Bekas Makam

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 21 Mar 2021 12:57 WIB

Ahli Antropologi Forensik Unair telah mengambil beberapa sampel serpihan tulang dari kerangka 3 perempuan di Situs Kumitir. Yaitu serpihan tulang telinga, bagian tangan dan tengkorak.

Jika dipastikan dari masa Majapahit, DNA kerangka Situs Kumitir akan dibandingkan dengan temuan serupa di situs Sumur Upas, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Karena tiga kerangka manusia di Sumur Upas sudah dipastikan berasal dari abad 15 masehi.

"Akan dibandingkan dengan DNA di kerangka yang ditemukan di Sumur Upas. Sehingga ketahuan DNA masyarakat pada zaman Majapahit seperti apa," tandasnya.

Serpihan tulang manusia lebih dulu ditemukan tim ekskavasi pada Rabu (3/3). Tulang belulang itu terkubur sekitar 60 cm dari permukaan tanah. Hasil identifikasi sementara ahli antropologi forensik Unair, serpihan tulang tersebut dari jasad dua perempuan.

Selanjutnya pada Selasa (9/3), tim ekskavasi BPCB Jatim bersama ahli antropologi forensik Unair menemukan satu kerangka manusia yang relatif utuh. Menurut ahli, kerangka ini berjenis kelamin perempuan. Hanya saja jasad tersebut dimakamkan tak wajar karena posisi kerangka tengkurap.

Sejauh ini, Situs Kumitir diekskavasi dalam tiga tahap. Yakni pada 2019, 2020 dan 2021. Tahun ini, penggalian arkeologis digelar selama satu bulan, 1-30 Maret. Situs Kumitir diyakini sebagai sisa-sisa istana Bhre Wengker, paman Raja Majapahit Hayam Wuruk. Hipotesis itu berdasarkan berbagai temuan arkeologis dan literatur yang diperoleh tim ekskavasi.

Situs Kumitir juga diyakini menjadi tempat pendarmaan atau tempat menghormati Mahesa Cempaka, salah seorang raja bawahan Singosari. Bhre Wengker konon membangun tempat suci untuk menghormati leluhurnya, Mahesa Cempaka di dalam istananya yang kini menjadi Situs Kumitir.

Halaman

(fat/fat)