Meski Berakhir Damai, Petugas Kemenhub di Pasuruan Bantah Lempar Batu ke Truk

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 19:29 WIB
DPC Partai Demokrat Lamongan tetap pada pendirian menolak KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara. DPC juga memastikan tidak ada anggota atau pengurus Lamongan yang hadir di KLB tersebut.
Iwan Prasetyo, Kasatpel UPPKB Sedarum BPTD Wilayah XI Jatim/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Kasus truk dilempar batu oleh petugas Jembatan Timbang Sedarum, Nguling, Kabupaten Pasuruan berakhir damai. Meski begitu, pihak jembatan timbang menyebut tak ada kasus pelemparan batu.

"Tadi pagi kita laksanakan operasional rutin. Saat itu truk sudah membahayakan. Truk sudah di lajur kiri dan sien kiri, petugas sudah berpikir dia akan masuk ke timbangan, ternyata langsung seperti oleng, ngebut, nggak masuk. Nah kemudian di depan kan ada petugas kami. Petugas kaget," kata Iwan Prasetyo, Kasatpel UPPKB Sedarum BPTD Wilayah XI Jatim, Sabtu (6/3/2021).

Iwan mengatakan, dalam situasi yang tak terduga tersebut, petugas terkejut sehingga tongkat bendera untuk mengarahkan kendaraan yang dipegang petugas terlepas. Saat terlepas terkena kaca truk samping kiri sehingga pecah.

"Karena kaget tongkat bendera untuk mengarahkan terlepas. Info dari teman-teman, kecepatan truk sekitar 50 km/jam, nah kena kaca samping. Kalau terlepas, tertabrak kecepatan 50-60 km/jam kan kencang, akhirnya kaca kiri pecah," terang Iwan.

Iwan membantah narasi dalam video yang menyebut truk dilempar batu oleh petugas. Tak ada petugas yang melempar batu ke arah truk.

"Kalau dari video, ada yang bilang petugas melempar batu, itu tidak. Tidak ada pelemparan batu. Teman reskrim polsek sudah melihat di TKP nggak ada pelemparan batu," imbuhnya.

Menurut Iwan, insiden tersebut sudah diselesaikan secara damai. Pihak sopir juga sudah mendapatkan ganti kerugian.

"Ini sudah selesai. Sudah clear and clean, sudah ada kesepakatan perdamaian, surat pernyataan dari pihak driver. Kami juga ada andil salah dan mengganti kerugian tersebut. Sudah selesai. Karena viral, kami ke polsek menjelaskan kronologis dan penyelesaian masalah," terang Iwan.

Iwan juga menegaskan bahwa pihaknya hanya bertugas melakukan pengawasan dan penindakan angkutan barang. Penimbangan dan penilangan juga diupayakan dilakukan dengan mengedepankan sisi humanis.

"Tugas kami memang melakukan pengawasan dan penindakan angkutan barang murni, tidak ada namanya kompensasi yang seperti dulu. Data langsung masuk server pusat, data tilang dan data penimbangan langsung masuk server pusat, nggak pakai laporan manual. Kami melakukan penilangan juga secara persuasif," pungkasnya.

Simak juga 'Kasus Burung Mati di Tasikmalaya Berujung Damai':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)