Ada Potensi Gempa 8,7 SR, BMKG Turun ke Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 13:54 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat melihat ada potensi gempa dan tsunami di perairan selatan Jawa. Ada aktivitas kegempaan di perairan selatan Jawa Timur dan intensitasnya terus meningkat.
BMKG turun ke Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melihat ada potensi gempa dan tsunami di perairan selatan Jawa. Ada aktivitas kegempaan di perairan selatan Jawa Timur dan intensitasnya terus meningkat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa-gempa di selatan Jawa Timur jumlahnya semakin meningkat melebihi rata-rata tahun-tahun sebelumnya. Sehingga ada potensi terjadinya gempa besar dan tsunami.

"Potensi gempa tertinggi bisa mencapai 8,7 skala richter dan risiko paling parah bisa menimbulkan tsunami dan gelombang tinggi mencapai 18 meter," ujarnya di Banyuwangi, Kamis (5/3/2021).

Merespons kondisi itu, pihaknya bersama petugas BMKG Stasiun Meteorologi Klas III Banyuwangi, BPBD dan warga mengecek langsung alat dan jalur evakuasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Kunjungan tersebut untuk memastikan peralatan Early Warning System (ERS) yang dipasang di beberapa titik termasuk di Pancer, bisa berfungsi dengan baik.

Dwikorita mengatakan, Banyuwangi merupakan salah satu daerah rawan tsunami. Sehingga perlu perangkat yang bisa memberikan peringatan dini apabila ada bencana. Sehingga masyarakat bisa segera mengungsi.

Menurutnya, tempat ini dipilih lantaran memiliki histori kelam saat terjadi bencana tsunami pada 1994. Puluhan warga menjadi korban, serta puluhan rumah rusak berat.

"Ini merupakan bagian dari penerapan Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2019 mengenai pengembangan dan penguatan sistem informasi dan peringatan dini tsunami, itu pesan Presiden dalam memberikan peringatan dini harus cepat dan tepat," jelasnya.

Hal itu, menurutnya, juga tertuang dalam Undang-Undang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Di dalamnya sudah ada undang-undang peringatan dini.

"Ini harus disampaikan secara cepat, tepat dan akurat dan itu juga disampaikan oleh Presiden di dalam Perpres, juga tujuan kami ke sini merealisasikan aturan-aturan itu," katanya.

Simak video 'Titik-titik Rawan Gempa di Indonesia yang Perlu Diwaspadai':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2