Korupsi Pupuk Bersubsidi di Jombang Seret Satu Tersangka, Ini Kata Kejaksaan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 13:11 WIB
Kasipidsus Kejari Jombang Muhamad Salahuddin
Kasipidsus Kejari Jombang Muhamad Salahuddin (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang - Korupsi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Jombang yang merugikan negara Rp 431 juta, hanya menyeret satu tersangka. Kejaksaan berdalih, sejauh ini korupsi di Jombang belum menemukan bukti untuk tersangka lainnya.

Tersangka tunggal dalam kasus ini adalah Solahuddin (55), Pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Dia ditetapkan tersangka oleh penyidik tindak pidana khusus Kejari Jombang pada Selasa (16/2).

Kasipidsus Kejari Jombang Muhamad Salahuddin mengatakan, KUD Sumber Rejeki melayani penyaluran pupuk bersubsidi di Kecamatan Mojoagung saja. Tersangka Solahuddin memanipulasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani terhadap pupuk bersubsidi tahun 2019.

Sehingga pupuk bersubsidi yang disalurkan Kementerian Pertanian (Kementan) melebihi kebutuhan para petani di Kecamatan Mojoagung. Padahal jika sesuai aturan, seharusnya pupuk bersubsidi tidak tersisa setelah dibagikan seluruhnya ke para petani.

"Kelebihannya 66 ton jenis pupuk NPK dan 66 ton pupuk ZA untuk tanaman perkebunan," kata Salahuddin saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (5/3/2021).

Kelebihan ratusan ton pupuk bersubsidi tersebut lantas disalahgunakan oleh tersangka. Sehingga negara dirugikan Rp 431 juta.

Salahuddin menjelaskan, tersangka memanipulasi data RDKK agar mendapatkan kelebihan jatah 132 ton pupuk bersubsidi. Salah satunya dengan memasukkan banyak data petani fiktif sebagai penerima pupuk bersubsidi tahun 2019.

"Untuk masuk kualifikasi RDKK kan ada syaratnya. Yaitu petani penggarap dan lahan tidak boleh lebih dari dua hektare. Yang dimasukkan ada yang bukan petani penggarap, ada yang keluarganya, ada yang orang lain. Datanya dimanipulasi di situ," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2