Polisi di Kediri Dibacok Saat Amankan Pelaku Penganiayaan

Andhika Dwi - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 17:07 WIB
Polisi Kediri menjadi korban pembacokan. Ia dibacok saat hendak mengamankan pelaku penganiayaan.
Pelaku penganiayaan yang diamankan/Foto: Istimewa
Kediri -

Polisi Kediri menjadi korban pembacokan. Ia dibacok saat hendak mengamankan pelaku penganiayaan.

Polisi yang menjadi korban yakni Iptu Agus. Ia merupakan Kanit Sabhara Polsek Kandangan, Kabupaten Kediri. Soal peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar.

Menurut Gilang, awalnya Iptu Agus menerima laporan adanya aksi penganiayaan yang dilakukan warga di Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri pada Rabu (3/3).

Penganiayaan itu dilakukan oleh Sutrisno (56) warga Kandangan, terhadap Jiman (50). Saat Iptu Agus sampai di lokasi, pelaku sudah kembali ke rumahnya. Sedangkan Jiman dirawat di RS karena terluka. Iptu Agus akhirnya mendatangi rumah pelaku.

"Jadi awalnya ada anggota Polsek Banyakan. Lalu Kanit Sabhara (Iptu Agus) bersama anggota akan memeriksa dan meminta keterangan soal penganiayaan. Namun saat petugas tiba di rumah pelaku, yang bersangkutan melawan dengan sajam dan melukai anggota pada bagian wajah. Sehingga harus dilakukan tindakan tegas terukur melumpuhkan pelaku dengan timah panas pada kaki pelaku," ucap AKP Gilang, Kamis (4/3/2021).

Kapolsek Banyakan Iptu Gatot juga berada di TKP saat itu dan ikut mengamankan pelaku. Ia menjelaskan, pelaku pembacokan itu memiliki penyakit gangguan kejiwaan. Sehingga sering membuat onar dan mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.

Untuk itu, warga Desa Kandangan sepakat tidak menerima kehadiran pelaku. Bahkan keluarga pelaku juga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib, atas apa yang dilakukan pelaku pembacokan.

"Jadi karena pihak desa dan keluarga sudah menyerahkan kepada pihak berwajib, maka usai dirawat di RS Bhayangkara Kediri, pelaku langsung kami serahkan ke RS Jiwa Lawang. Hal tersebut karena pelaku memang sering membuat onar, mengamuk dan mengganggu kenyamanan warga," pungkas Gatot.

(sun/bdh)