Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Surabaya Tertinggi di Indonesia

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 20:17 WIB
Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Program vaksinasi COVID-19 tertinggi di Indonesia dilakukan Kota Surabaya. Data Kemenkes per 1 Maret 2021 Kota Pahlawan menduduki posisi pertama setelah memvaksin 132.764 orang pada tahap satu dan dua.

"Cukup menggembirakan, kalau melihat data dari kemenkes ada 10 kabupaten/kota tertinggi pemberian vaksin, salah satunya Surabaya. Kalau melihat data alhamdulillah Kota Surabaya pada posisi puncak dengan data 1 Maret 132.764 itu tahap satu dan tahap dua," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).

Febri menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Surabaya, seperti memasifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersedia vaksin. Sebab, dengan melakukan vaksin dapat melindungi diri sendiri, keluarga dan orang lain.

"Kami memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada masyarakat untuk aware dan peduli bahwa vaksin itu aman, dan vaksin itu bisa menjaga diri sendiri dan orang lain," ujarnya.

Pada tahap dua vaksinasi, ia bersyukur atas antusias masyarakat. Warga Surabaya berbondong-bondong ke faskes dan sadar mengikuti vaksin yang diselenggarakan Pemkot Surabaya.

"Animo masyarakat, Alhamdulillah tinggi. Ini tidak lepas dari perjuangan teman-teman media, puskesmas maupun satgas kota yang berjuang untuk meyakinkan warga untuk vaksin," jelasnya.

Selain itu, pihaknya tetap mentarget penyelesaian vaksin COVID-19 tahap dua pada bulan Maret ini. Namun hal tersebut juga tergantung pada ketersediaan vaksin. Pemkot juga terus berkoordinasi dengan Kemenkes akan ketersediaan vaksin.

"Upaya dari pemerintah kota ini mencoba untuk memohon kepada kemenkes untuk bisa diberikan secepatnya. Karena juga kejar-kejaran dengan waktu. Target Maret asal vaksinnya tercukupi," katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan urutan pertama penyelenggaraan vaksinasi di Surabaya ini berkat seluruh faskes yang telah membantu pelayanan vaksin.

"Jadi kita mewajibkan seluruh faskes untuk membantu vaksinasi kemudian puskesmas satu hari target 300, dengan membagi per jam. Sehingga tidak terjadi kerumunan," pungkasnya.

(fat/fat)