Kekurangan Vaksin COVID-19, Vaksinasi Lansia di Surabaya Dihentikan Sementara

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 18:54 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Foto: AP/Alastair Grant
Surabaya -

Vaksinasi untuk lansia di Kota Surabaya dihentikan sementara. Penghentian vaksinasi itu dilakukan mulai hari ini, Rabu (3/3/2021).

"Lansia setop per hari ini, tanggal 3. Kemarin masih woro-woro (Mengumumkan) supaya orang nggak kecele. Kita woro-woro lansia tanggal 3 ini sudah selesai," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita di Balai Kota Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Fenny sapaan akrabnya mengaku pihaknya tengah kekurangan vaksin COVID-19. Pemkot Surabaya pun tengah mengajukan permintaan vaksin ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemprov Jatim. Saat ini, sudah 132.764 orang yang telah divaksin pada tahap satu dan dua.

"Saat ini kita masih kekurangan vaksin. Jadi kita sudah minta ke kementerian kesehatan, kita sudah minta ke provinsi. Jadi kurang lebih dua hari lagi (tiba)," ujarnya.

Jumlah lansia yang saat ini sudah divaksin sebanyak 82.726 orang. Sementara petugas pelayanan publik yang telah disuntik sebanyak 20.714 orang.

Dia menjelaskan, vaksin tahap dua yang dikirim ke Surabaya sebanyak 12.480 untuk 10 kali suntikan. Artinya bisa memvaksin 124.800 di tahap dua. Sedangkan lansia di Surabaya ada 253.731 orang.

Untuk saat ini, lanjut Fenny, pihaknya tinggal melayani vaksin bagi SDM pelayanan publik. Bila masih ada lansia yang belum divaksin, maka tak perlu khawatir. Sebab mereka akan kembali divaksin setelah vaksin datang.

"Lansia sangat semangat, saya lihat dan seluruh masyarakat sudah sangat tinggi antusias banget. Ya mudah-mudahan saja vaksin datang lebih banyak lagi. Saya berharap vaksin datang untuk dalam waktu 1-2 hari ini," jelasnya.

Kota Surabaya, jelas dia, merupakan wilayah dengan angka tertinggi vaksinasi. Hal tersebut berdasarkan data dari kemenkes. Ini tentu saja turut andil seluruh faskes yang telah membantu pelayanan vaksin.

"Jadi kita mewajibkan seluruh faskes untuk membantu vaksinasi, kemudian puskesmas satu hari target 300, dengan membagi per jam. Sehingga tidak terjadi kerumunan," pungkasnya.

Tonton juga Video: Tak Ada Kerumunan, Vaksin Corona Buat Lansia di Cile Diantar ke Rumah

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)