Kinerja Perekonomian Diapresiasi, Khofifah Tetap Ingatkan PR Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 13:00 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengusulkan adanya ”audit keselarasan” program pemerintah kabupaten dengan provinsi dan pusat. Audit ini penting untuk mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dari pusat ke daerah.
Bupati Ipuk dan Gubernur Khofifah (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Gubernur Khofifah Indra Parawansa memberi apresiasinya ke kinerja perekonomian Banyuwangi. Hal itu disampaikan langsung saat menghadiri serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Sugirah melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Banyuwangi.

"Semua daerah di negeri ekonominya sempat terkontraksi. Namun dibanding yang lain, kontraksi provinsi kita lebih rendah," kata Khofifah, Selasa malam (2/3/2021).

Banyuwangi berhasil menjaga pertumbuhan ekonominya tetap positif selama pandemi COVID-19. Pertumbuhan ekonomi tumbuh 1,84 persen pada 2020.

Dari aspek tingkat pengangguran terbuka, Khofifah juga menyebutkan nilai Banyuwangi sebesar 5,34 persen atau lebih rendah dari Jatim sebesar 5,84 persen. "Termasuk indeks gini, Banyuwangi masih di bawah rerata provinsi. Ini menunjukkan ketimpangan kesejahteraannya rendah," ujarnya.

Meski sejumlah capaian mencatatkan prestasi, Khofifah juga mencatat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dengan cepat oleh Banyuwangi. Yakni peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dan angka stunting.

"Stuntingnya memang lebih rendah dibanding rerata provinsi, namun perlu dituntaskan juga karena ini adalah pesan Presiden Jokowi sebagai salah satu indikator perbaikan SDM daerah," pesannya.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya digitalisasi ekonomi yang dilakukan perlu dilakukan oleh semua daerah. Salah satunya dengan memberdayakan UMKM untuk masuk ke pasar online dan masuk ke proses e-commerce atau perdagangan via online.

Selanjutnya
Halaman
1 2