Sekolah Tatap Muka Digelar Serentak di 82 SD-SMP Kota Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 21:19 WIB
Sekolah tatap muka digelar serentak di 82 SD-SMP di Kota Mojokerto mulai hari ini. Baik SD-SMP negeri maupun swasta.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sidak pelaksanaan sekolah tatap muka/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto - Sekolah tatap muka digelar serentak di 82 SD-SMP di Kota Mojokerto mulai hari ini. Baik SD-SMP negeri maupun swasta.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, sekolah tatap muka digelar serentak mulai hari ini di 52 SD dan 9 SMP negeri. Serta di 9 SD dan 10 SMP swasta. Pembelajaran tatap muka melibatkan 12.314 siswa SD dan 8.362 siswa SMP.

"Ini kan menjelang akhir tahun pembelajaran, setelah ini ada ujian akhir. Sebelum ujian akan ada cuti agak panjang, yakni Ramadan dan Idul Fitri. Maka kesempatan belajarnya terbatas, kurang lebih hanya 6 minggu. Kami upayakan pembelajaran tatap muka 6 minggu ini efektif sebelum mereka ikut ujian," kata wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini kepada wartawan saat sidak di SMPN 2 Kota Mojokerto, Senin (1/3/2021).

Sekolah tatap muka untuk siswa SD-SMP tetap digelar meski Kota Mojokerto masih menjadi zona oranye COVID-19. Yakni wilayah dengan risiko sedang penyebaran COVID-19. Bahkan, tingkat kematian akibat virus Corona di kota dengan 3 kecamatan ini juga mengalami kenaikan.

Dalam data yang dilansir detikcom dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, hari ini fatality rate di Kota Mojokerto mencapai 6,94 persen. Artinya, 7 dari setiap 100 orang yang terinfeksi COVID-19 di kota ini meninggal dunia. Tingkat kematian akibat virus Corona naik dibandingkan sepekan yang lalu, 22 Februari 2021 di angka 6,75 persen.

Kasus positif COVID-19 di Kota Mojokerto juga terus meningkat. Yakni dari 2.296 jiwa pada 22 Februari menjadi 2.348 jiwa pada 1 Maret 2021. Pasien yang meninggal dunia bertambah dari 155 jiwa menjadi 163 jiwa. Rata-rata satu orang meninggal akibat virus Corona.

Ning Ita mengatakan, sebagian besar pasien COVID-19 yang meninggal dunia mempunyai penyakit penyerta atau komorbid. Menurut dia, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, lebih dari 80 persen kasus kematian akibat virus Corona adalah dengan penyakit penyerta.

"Makanya kenapa ada izin orang tua (sebagai syarat mengikuti sekolah tatap muka). Karena yang paling paham kondisi putra putrinya orang tua. Silakan belajar di rumah secara daring kalau anaknya kurang sehat atau kondisinya rentan," terangnya.

Ia mengakui, anak-anak juga rentan terinfeksi COVID-19. "Ya rentan sama dengan lansia. Ketahanan tubuh anak-anak secara fisiologis belum sempurna. Maka kategori rentan," terang Ning Ita.

Selanjutnya
Halaman
1 2