Kades Jadi Tersangka ke-8 Kasus Kerumunan Ribuan Buruh di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 19:58 WIB
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Jumlah tersangka kasus kerumunan ribuan buruh di depan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto bertambah menjadi 8 orang. Salah seorang tersangka adalah Kepala Desa (Kades) Lolawang.

Polisi menetapkan 7 tersangka kasus kerumunan di depan PT SAI pada 9 Februari 2021. Mereka adalah Saiful (47), Mistun (56), Subandi (38), Alex Andrianto (29), Budi Wiyono (51) dan Jossy Muharyono (59). Keenam tersangka warga Desa Lolawang. Tersangka ketujuh yaitu Muhammad Saiful Huda alias Londo (40), warga Desa/Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.

"Tambahan tersangka kedelapan adalah Kepala Desa Lolawang," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat jumpa pers di Mapolsek Dlanggu, Senin (1/3/2021).

Dony menjelaskan sebelum kerumunan terjadi pada Senin (25/1) malam, Kades Lolawang Sugiarto (55) sedang berunding dengan manajemen PT SAI. Saat itu dia mengetahui pintu gerbang pabrik kabel kendaraan itu ditutup dan diblokade warganya. Salah satu mobil yang digunakan memblokade pintu pabrik adalah mobil Siaga Desa Lolawang.

"Kades juga memerintahkan tersangka Saiful datang ke PT SAI. Saat tak ada kesepakatan, Saiful bersama warga lainnya melarang dan mengadang karyawan sif 2 masuk. Kejadian tersebut mengakibatkan kerumunan kurang lebih 2.938 karyawan PT SAI yang tidak bisa masuk bekerja karena pintu gerbang digembok dan diblokade," terang Dony.

Polisi menyita 5 mobil yang digunakan memblokade pintu gerbang PT SAI sehingga memicu kerumunan ribuan buruh. Yaitu mobil Desa Lolawang nopol S 1288 NP, Karimun hijau nopol B 1883 KRK, Honda Brio oranye nopol W 234 AM, sedan BMW nopol S 755 WE, serta pikap putih nopol BH 9134 GK.

"Upaya itu (mengunci dan memblokade pintu gerbang PT SAI) disengaja agar menimbulkan kerumunan dan tidak mematuhi protokol kesehatan," jelas Dony.

Para tersangka dijerat dengan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, serta pasal 216 KUHP tentang Melawan Petugas. Hukuman maksimal satu tahun penjara sudah menanti mereka.

"Kami tidak melakukan penahanan karena ancaman pidananya di bawah lima tahun. Namun, proses tetap berjalan. Nantinya kami berkoordinasi dengan jaksa penuntut untuk proses lebih lanjut," tandas Dony.

Sekitar 100-200 warga Desa Lolawang berunjuk rasa di depan PT SAI pada Senin (25/1) malam. Warga meminta limbah dari pabrik kabel kendaraan atau wiring harness tersebut dikelola BUMDes Lolawang. Dalam aksinya, massa memblokade pintu gerbang perusahaan modal asing (PMA) tersebut.

Sehingga ribuan buruh PT SAI yang akan masuk sif malam tidak bisa masuk ke tempat kerja mereka. Tak ayal kerumunan ribuan orang pun terjadi di jalan depan pabrik. Sekitar 100 personel Polres Mojokerto diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan para pengunjuk rasa setelah upaya persuasif tidak digubris. Kerumunan baru bisa diurai sekitar pukul 21.30 WIB. (iwd/iwd)