Potret Desa di Tuban yang Ratusan Warganya Jadi Miliarder Lalu Borong Mobil

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 23:07 WIB
Desa Sumurgeneng di Kecamatan Jenu, Tuban kini menjadi perhatian. Sebab, video warganya beramai-ramai memborong mobil tengah viral.
Mobil-mobil warga Desa Sumurgeneng, Tuban/Foto: Ainur Rofiq
Tuban -

Desa Sumurgeneng di Kecamatan Jenu, Tuban kini menjadi perhatian. Sebab, video warganya beramai-ramai memborong mobil tengah viral.

Desa ini terbilang jauh dari pusat Kota Tuban. Jalan-jalan di desa ini banyak yang telah beraspal dan cor. Meski ada juga yang aspalnya telah rusak. Pepohonan rindang juga masih tampak banyak di desa yang tak jauh dari pantai utara Tuban itu.

Di desa ini ada 840 KK. Di mana 25 persen di antaranya, sekitar 225 KK, telah menjadi miliarder baru, usai mendapat uang ganti rugi lahan untuk proyek kilang minyak dari Pertamina.

Desa Sumurgeneng di Kecamatan Jenu, Tuban kini menjadi perhatian. Sebab, video warganya beramai-ramai memborong mobil tengah viral.Desa Sumurgeneng di Kecamatan Jenu, Tuban/ Foto: Ainur Rofiq

Sehingga mereka bisa melakukan banyak hal. Seperti membeli mobil, membeli tanah hingga merenovasi atau membangun rumah. Pada umumnya warga di desa itu hidup sebagai petani sambil memelihara sapi. Sementara para pemudanya banyak yang menjadi TKI.

"Iya sebenarnya nggak ada yang beda suasana di desa ini. Memang benar banyak warga yang beli mobil dan renovasi rumah pascapencairan uang pembebasan tanah," ujar salah seorang warga, Tain kepada detikcom, Rabu (17/2/2021).

Detikcom juga berkeliling menyusuri perkampungan miliarder ini, dan tampak banyak rumah warga yang sedang direnovasi. Mobil-mobil yang rata-rata dibeli pada 2020-2021 juga terlihat menghiasi bagian depan rumah mereka.

Pada umumnya rumah warga sudah menggunakan tembok. Namun ada beberapa yang menggunakan kayu jati.

Sementara pembebasan lahan oleh Pertamina dan Rosneft dilakukan di tiga desa. Yakni Desa Sumurgeneng, Wadung dan Kaliuntu. Semuanya berada di Kecamatan Jenu, Tuban.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto membenarkan soal warganya yang beramai-ramai memborong mobil hingga viral. Bahkan menurutnya, sudah ada 176 mobil baru yang dikirim ke desa tersebut. Sisanya masih inden.

Pembelian mobil secara bersama-sama itu dilakukan setelah warga mencairkan dana melalui konsinyasi dari Pengadilan Negeri Tuban. Namun yang melalui pencairan di awal tanpa proses pengadilan.

"Mobil baru Minggu kemarin ada 17 yang datang, kalau sampai sekarang sudah ada 176. Semua baru," kata sang kades di rumahnya.

Dia juga menyebutkan, jenis mobil yang dibeli warga seperti Toyota Innova, Honda HR-V, Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero hingga Honda Jazz.

Tonton video 'Penampakan Desa 'Miliarder' di Tuban yang Warganya Borong 176 Mobil':

[Gambas:Video 20detik]



Rata-rata satu orang membeli satu mobil. Namun ada juga yang memborong dua sampai tiga mobil.

Dalam pembebasan lahan tersebut, tanah warga dibayar dengan harga Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per meternya. Menurutnya, rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan Rp 8 miliar.

"Bermacam-macam untuk jenis mobilnya. Untuk penjualan tanah paling sedikit Rp 36 juta. Paling banyak warga sini Rp 26 miliar. Sedangkan ada warga luar mendapat Rp 28 miliar. Kalau rata-rata Rp 8 miliar," imbuhnya.

Desa Sumurgeneng di Kecamatan Jenu, Tuban kini menjadi perhatian. Sebab, video warganya beramai-ramai memborong mobil tengah viral.Mobil-mobil warga Desa Sumurgeneng, Tuban/ Foto: Ainur Rofiq

Kades ini mengaku sempat khawatir atas rejeki dadakan yang diterima warganya. Menurutnya, uang hasil penjualan tanah tersebut digunakan warga untuk memborong mobil dan tanah, kemudian membangun rumah dan sisanya ditabung untuk buka usaha.

Untuk diketahui, kebutuhan lahan untuk pembangunan kilang minyak Pertamina mencapai 821 hektare. Rinciannya, lahan warga 384 hektare, KLHK 328 hektare dan Perhutani 109 hektare.

Investasi kilang minyak dengan nilai 16 miliar USD atau setara Rp 225 triliun itu rencananya akan beroperasi di 2026. Kilang ditargetkan mampu memproduksi 300 ribu barel per hari.

(sun/bdh)