Kejaksaan Tetapkan Satu Tersangka Korupsi Pupuk Bersubsidi di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 21:47 WIB
Kajari Jombang Yulius Sigit Kristanto
Kajari Jombang Yulius Sigit Kristanto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Kejari Jombang menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus korupsi penyaluran pupuk bersubsidi. Kasus korupsi ini mengakibatkan kerugian negara Rp 431 juta.

"Berdasarkan hasil ekspos perkara dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan pada penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Jombang tahun 2019 yang kami lakukan kemarin, hari ini kami sudah menetapkan tersangka atas nama S," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Jombang Yulius Sigit Kristanto kepada wartawan di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (16/2/2021).

Tersangka adalah Solahuddin, Pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Menurut Sigit, tersangka memanipulasi data pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani terhadap pupuk bersubsidi tahun 2019. Manipulasi data tersebut mengakibatkan pupuk bersubsidi yang disalurkan pemerintah pusat melebihi kebutuhan riil para petani.

"Tersangka sebagai pengurus koperasi tersebut melakukan manipulasi data, tanda tangan dan seterusnya dan juga ada penggelembungan terkait pupuk. Apa yang kami temukan sekarang, ada sisa pupuk yang dia salah gunakan untuk kepentingan yang lain. Sehingga negara dirugikan berdasarkan penghitungan sementara sekitar Rp 431 juta," terangnya.

Namun, hari ini Kejari Jombang belum menahan tersangka Solahuddin. Menurut Sigit, penahanan tersangka akan dilakukan setelah pemeriksaan ulang para saksi.

"Ini kan baru penetapan tersangka. Nanti saksi-saksi akan kami periksa ulang untuk tersangka yang bersangkutan," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Solahuddin disangka dengan pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Dengan penetapan ini akan bisa memperjelas dan mempercepat proses penyidikan kami. Sehingga bisa terungkap apa yang menjadi sangkaan selama ini dan bisa kami percepat ke proses persidangan," jelas Sigit.

Selanjutnya
Halaman
1 2