Suasana Klenteng Cokro Surabaya, Warga Sembahyang Secara Bergantian

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 13:37 WIB
Kelenteng Hong San Ko Tee di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalsari, Surabaya
Sembahyang di Klenteng Cokro dibatasi (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Sedangkan proses sembahyang bersama di malam Tahun Baru Imlek, juga ditiadakan pihak pengelola. Dan klenteng ditutup pukul 19.00 WIB.

"Kalau tahun lalu kita tidak tutup sampai besoknya. Tapi tahun ini jam 7 malam sudah tutup, jadi nggak ada acara," ujar Erwina.

Erwina menegaskan, pihaknya juga menyediakan alat cuci tangan untuk pengunjung di klenteng. Selain itu, pengunjung juga dilakukan pengecekan suhu dan wajib menggunakan masker selama di dalam klenteng.

"Selama di dalam klenteng harus pakai masker," tandas Erwina.

Sementara Tejo warga Surabaya mengaku suasana Imlek tahun ini berbeda seperti sebelumnya. Selama sembahyang wajib menggunakan masker, cuci tangan dan cek suhu.

"Kalau ada upacara-upacara keramaian kita nggak ada. Sudah (Ada pemberitahuan dari pengelola) ada pembatasan," ungkap Tejo.

Pada malam tahun baru imlek, Tejo mengaku melaksanakan sembahyang sendiri di rumah sekitar pukul 23.00 WIB. Selanjutnya siang hari baru di klenteng.

"Selama pandemi ini, kita nggak ada kumpul-kumpul keluarga. Nggak ada angpao-angpaoan itu nggak ada. Kita telepon-telepon aja," tandas Tejo.


(fat/fat)