Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Kerumunan Ribuan Buruh di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 14:57 WIB
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Mojokerto -

Kasus kerumunan ribuan buruh di depan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI), Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto memasuki babak baru. Polisi menetapkan 7 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra mengatakan sejauh ini pihaknya memeriksa 29 saksi terkait kerumunan ribuan buruh di depan PT SAI. Para saksi dari unsur warga Desa Lolawang, pihak perusahaan, Kapolsek Ngoro bersama beberapa anggotanya selaku Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan Ngoro, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

"Saat ini pada tahap penyidikan. Tanggal 9 Februari kemarin kami gelar perkara. Dari 29 saksi yang kami periksa, kami tetapkan 7 orang sebagai tersangka. Mereka mayoritas warga Desa Lolawang. Ada satu orang dari luar desa tersebut, dia berada di sana ikut memblokir pintu masuk pabrik," kata Rifaldhy saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (11/2/2021).

Rifaldhy menjelaskan ketujuh tersangka dijerat dengan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, serta pasal 216 KUHP. Hukuman satu tahun penjara sudah menanti mereka.

"Para tersangka belum kami tahan. Dalam waktu dekat mereka kami periksa sebagai tersangka," tegas Rifaldhy.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti terkait kasus ini. Antara lain mobil Suzuki Karimun, mobil Siaga Desa, dan sedan BMW yang diparkir di depan pintu gerbang PT SAI. Ketiga mobil itu digunakan warga untuk memblokir akses masuk ke pabrik kabel kendaraan atau wiring harness tersebut.

"Kami juga menyita rekaman video CCTV, video amatir saat kerumunan terjadi, serta foto-foto yang kami sita dari anggota Polsek Ngoro," tandas Rifaldhy.

Sekitar 100-200 warga Desa Lolawang berunjuk rasa di depan PT SAI pada Senin (25/1) malam. Warga meminta limbah dari pabrik kabel kendaraan atau wiring harness tersebut dikelola BUMDes Lolawang. Dalam aksinya, massa memblokade pintu gerbang perusahaan modal asing (PMA) tersebut.

Sehingga sekitar 1.700 buruh PT SAI sif malam tidak bisa masuk ke tempat kerja mereka. Tak ayal kerumunan ribuan orang pun terjadi di jalan depan pabrik. Sekitar 100 personel Polres Mojokerto diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan para pengunjuk rasa setelah upaya persuasif tidak digubris. Kerumunan baru bisa diurai sekitar pukul 21.30 WIB.

(iwd/iwd)